JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Polisi berhasil menangkap ARS (21), warga Godean, Sleman, pelaku pelemparan bom molotov di enam pos polisi di Sleman dan Kota Yogyakarta. Penangkapan dilakukan setelah polisi melacak 41 titik kamera pengawas (CCTV) serta melibatkan keluarga dan pacar pelaku untuk membujuknya pulang.
Kapolresta Yogyakarta, Komisaris Besar Eva Guna Pandia, menjelaskan, pelacakan CCTV menunjukkan satu orang dengan helm hitam, hoodie abu-abu, sandal, dan sepeda motor Vario sebagai pelaku. Dari jejak tersebut, identitas ARS diketahui.
“Petugas mendatangi rumah ARS di Godean pada Rabu (10/9), tetapi yang bersangkutan sudah melarikan diri. Dari penggerebekan itu ditemukan motor, helm, dan pakaian yang dipakai saat kejadian,” ujar Pandia dalam jumpa pers di Mapolresta Yogyakarta, Kamis (11/9/2025).
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta, Komisaris Polisi Riski Adrian Lubis, ARS sempat bekerja sebelum kabur ke rumah temannya di Kalasan, Sleman. Ia panik setelah ciri-cirinya viral di media sosial. “Sekitar pukul 17.00 WIB, ia mematikan telepon seluler lalu melarikan diri,” kata Riski.
Polisi akhirnya melibatkan pacar ARS untuk memancingnya pulang ke Godean. Saat ARS tiba di rumah, aparat yang sudah berjaga langsung melakukan penangkapan.
Dari hasil pemeriksaan, ARS tidak sendirian. Ia dibantu seorang rekan berinisial DSP dalam merakit bom molotov. Polisi kemudian turut menangkap DSP pada Rabu sore.
Sebelumnya, enam pos polisi dirusak dan dilempar bom molotov pada Kamis (4/9) pagi. Di Sleman, pos yang diserang berada di Monjali, Jombor, Pelemgurih, Kronggahan, dan Denggung. Sementara itu, di Kota Yogyakarta, sasaran pelemparan terjadi di Pos Lantas Pingit. (ihd)






