‎Muhammadiyah Tegaskan Jati Diri, Bantah Labelisasi dan Polemik KHGT

Senin, 6 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Muhammadiyah kembali menjadi sorotan publik terkait isu KHGT yang memicu beragam tanggapan.

Namun, organisasi Islam ini menegaskan bahwa jati dirinya tidak dibangun dari label kelompok tertentu.

“Muhammadiyah berdiri di atas Al-Qur’an dan Sunnah,” demikian penegasan yang disampaikan dalam tulisan Mas Faiz dalam Grup Tarjih Muhammadiyah.

‎Ia menjelaskan, Muhammadiyah sejak awal didirikan oleh Ahmad Dahlan pada 1912 sebagai gerakan pembaruan Islam.

“Tujuannya jelas, menghadirkan Islam yang mencerahkan, memajukan, dan membawa kemaslahatan bagi umat manusia,” tulisnya.

Menurutnya, arah gerakan ini tidak berubah hingga sekarang.

Lebih lanjut ditegaskan, Muhammadiyah bukanlah bagian dari aliran seperti salafi, syiah, atau lainnya.

“Muhammadiyah tidak membangun identitas dari label-label itu, tetapi dari semangat tajdid,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tajdid dimaknai sebagai upaya memurnikan ajaran Islam sekaligus mendorong kemajuan umat melalui pendidikan dan ilmu pengetahuan.

Dalam praktiknya, Muhammadiyah mengambil jalan tengah atau wasathiyah.

“Tidak ekstrem ke kiri maupun ke kanan,” tulisnya. Ia menyebut, dalam akidah tetap berpegang pada tauhid, dalam ibadah mengikuti tuntunan Nabi, dan dalam muamalah terbuka terhadap perkembangan zaman selama tidak bertentangan dengan prinsip Islam.
‎Tak hanya itu, Muhammadiyah juga dikenal sebagai gerakan amal nyata. “Bukan sekadar wacana, tetapi hadir melalui sekolah, rumah sakit, hingga aksi kemanusiaan,” ungkapnya.

Ia menegaskan, fokus utama Muhammadiyah adalah dakwah, pendidikan, dan pelayanan umat, bukan sekadar perdebatan label atau polemik semata. +waw)

Berita Terkait

Mangkir Diperiksa, Nama Suryo Disorot KPK Usut Suap Bea
Ledakan Biofilter Teras Malioboro Lukai Tiga Orang, Polisi Ungkap Penyebabnya
Proses Hukum Kasus Moge Tetap Berjalan Meski Kedua Pihak Saling Memaafkan
Mapolda DIY Kondusif Usai Aksi Ricuh, Tiga Mahasiswa Dikembalikan ke Kampus
Menuju Ketok Palu APBD 2026, DPRD Kota Jogja Sesuaikan Agenda hingga Akhir Tahun
Pakar UMY Soroti Kekeliruan Penggunaan Rehabilitasi dalam Keputusan Presiden
UMY Soroti Rekrutmen Teroris via Media Digital yang Kian Halus dan Masif
Kemenham Desak Penghentian Kekerasan di Papua, Ribuan Warga Mengungsi

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 08:51 WIB

‎Muhammadiyah Tegaskan Jati Diri, Bantah Labelisasi dan Polemik KHGT

Senin, 6 April 2026 - 08:32 WIB

Mangkir Diperiksa, Nama Suryo Disorot KPK Usut Suap Bea

Senin, 30 Maret 2026 - 21:21 WIB

Ledakan Biofilter Teras Malioboro Lukai Tiga Orang, Polisi Ungkap Penyebabnya

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:29 WIB

Proses Hukum Kasus Moge Tetap Berjalan Meski Kedua Pihak Saling Memaafkan

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Mapolda DIY Kondusif Usai Aksi Ricuh, Tiga Mahasiswa Dikembalikan ke Kampus

Berita Terbaru