Dubes RI untuk Vatikan: Diplomasi Antarnegara Tak Cukup Selesaikan Konflik Berbasis Agama

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dubes RI untuk Vatikan, Michael Trias Kuncahyono saat menjadi keynote speaker dalam the 10th ICoSI UMY 2026

Dubes RI untuk Vatikan, Michael Trias Kuncahyono saat menjadi keynote speaker dalam the 10th ICoSI UMY 2026

JOGAKE.COM, Yogyakarta – Pendekatan diplomasi konvensional antarnegara dinilai belum cukup untuk menyelesaikan konflik yang berakar pada identitas keagamaan. Lebih jauh, diplomasi antarnegara yang bersifat sekuler kerap gagal menjawab akar konflik yang bersumber dari keyakinan.

Pandangan ini disampaikan Duta Besar RI untuk Tahta Suci Vatikan, Michael Trias Kuncahyono, saat menjadi keynote speaker dalam The 10th International Conference on Sustainable Innovation (ICoSI) 2026, yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Rabu (5/8). Menurutnya, pendekatan semacam itu perlu dilengkapi dengan dialog berbasis agama.

“Aktivitas diplomatik hari ini dipengaruhi konteks budaya dan agama, selain faktor politik domestik dan internasional. Karena itu, pendekatan berbasis keyakinan menjadi hal yang esensial dalam diplomasi internasional saat ini,” ujar Michael.

Ia menjelaskan bahwa diplomasi berbasis agama menempatkan pemuka dan lembaga keagamaan sebagai aktor pelengkap negara. Peran tersebut terutama terlihat saat memfasilitasi dialog dan negosiasi antarpihak yang berkonflik.

“Diplomasi sekuler antarnegara kerap gagal menyelesaikan konflik yang berakar pada keyakinan. Di satu sisi, diplomasi berbasis agama melibatkan pemuka dan lembaga agama untuk memfasilitasi dialog dan negosiasi di antara pihak yang berkonflik,” ungkapnya lagi.

Pandangan Michael sendiri tumbuh dari pengalamannya di lapangan sebagai jurnalis di zona konflik Timur Tengah, termasuk Irak pada 2003. Pengalaman meliput langsung membuatnya menilai literasi agama sama pentingnya dengan penguasaan isu keamanan dan politik bagi seorang diplomat.

Michael turut membagikan pengalamannya saat berdiskusi dengan Paus Fransiskus mengenai keberagaman di Indonesia. Ia menyebut Paus terus merujuk pada semboyan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam berbagai pertemuan dengan tamu negara lain, jauh setelah kunjungannya ke Indonesia rampung.

“Saya sampaikan kepada Bapa Suci bahwa Indonesia punya lebih dari 17 ribu pulau dengan banyak agama dan ragam etnis, namun tetap bisa bersatu,” imbuh Michael.

Baginya, keberagaman Indonesia yang tetap bersatu menjadi contoh konkret bagaimana nilai kebangsaan dapat menjadi modal diplomatik di forum keagamaan dunia. Michael menegaskan bahwa tujuan pendekatan berbasis agama bukan untuk mempromosikan satu agama tertentu. Melainkan untuk membangun dunia yang lebih toleran melalui saling percaya antarumat beragama. (lsi)

Sumber : HUmas Umy

Berita Terkait

Guru Besar UMY Soroti Pergeseran Orientasi Ormas: dari Perjuangan Nilai ke Kepentingan Politik
Demo Yogyakarta Ricuh, Guru Besar UMY Soroti Krisis Kepercayaan terhadap Hukum
Asap Karhutla Sumatra dan Kalimantan Menyebar ke Negara Tetangga
Aksi Demo Berlangsung Tegang, Warga dan Demonstran Saling Dorong
Aksi Mahasiswa di Perempatan Gramedia, Kebijakan Pemerintah hingga Isu Bencana Jadi Sorotan
Tim SPECTRA UGM Kembangkan Deteksi Dini Virus Kuning Cabai Berbasis Multispektral dan Machine Learning
UMY Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional bersama Dubes RI untuk Tunisia
Kejati DIY Teguhkan Komitmen Penegakan Hukum Berintegritas di Hari Lahir Kejaksaan ke-81

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:11 WIB

Guru Besar UMY Soroti Pergeseran Orientasi Ormas: dari Perjuangan Nilai ke Kepentingan Politik

Kamis, 3 September 2026 - 15:02 WIB

Demo Yogyakarta Ricuh, Guru Besar UMY Soroti Krisis Kepercayaan terhadap Hukum

Kamis, 3 September 2026 - 14:52 WIB

Asap Karhutla Sumatra dan Kalimantan Menyebar ke Negara Tetangga

Rabu, 2 September 2026 - 22:18 WIB

Aksi Demo Berlangsung Tegang, Warga dan Demonstran Saling Dorong

Rabu, 2 September 2026 - 22:15 WIB

Aksi Mahasiswa di Perempatan Gramedia, Kebijakan Pemerintah hingga Isu Bencana Jadi Sorotan

Berita Terbaru