Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi, Minta Daerah Awasi Harga Minyak Goreng

Senin, 15 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi capaian inflasi nasional secara year on year (YOY) pada Mei 2026 yang tercatat sebesar 3,08 persen. Menurutnya, angka tersebut masih relatif terkendali karena berada dalam rentang target pemerintah, yakni 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada 2 Juni 2026, terdapat sejumlah komponen yang memberikan andil terhadap kenaikan inflasi. Komponen tersebut meliputi makanan, minuman, dan tembakau; transportasi; serta informasi, komunikasi, dan jasa keuangan.

“Khusus untuk [komponen] makanan, minuman, tembakau, [secara rinci penunjang kenaikan inflasi] posisi masih pada cabai ya. Cabai yang paling tinggi 0,08 diikuti minyak goreng,” ujar Mendagri saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dirangkaikan dengan Dukungan Pemerintah Daerah pada Kegiatan Nonton Bareng Piala Dunia FIFA 2026 serta Penandatanganan Surat Edaran Bersama dan Penyerahan Sampul Peringatan Sinergi Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kemendagri, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Meski terdapat sejumlah komoditas yang menyumbang kenaikan inflasi, Mendagri bersyukur peningkatan tersebut tidak terjadi pada komoditas utama. Menurutnya, berdasarkan tren pada periode-periode sebelumnya, beras dan sejumlah bahan pokok lainnya kerap menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi.

Pada kesempatan yang sama, Mendagri juga menyoroti kenaikan harga sejumlah komoditas di daerah, antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, serta minyak goreng. Dari berbagai komoditas tersebut, ia meminta pihak-pihak terkait untuk memberi perhatian khusus terhadap perkembangan harga minyak goreng karena merupakan kebutuhan utama masyarakat.

“Nah yang mungkin perlu diwaspadai adalah minyak goreng. Karena minyak goreng adalah kebutuhan utama. Ada 165 kabupaten kota yang tadi di kenaikan, 73 yang mengalami penurunan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Mendagri turut mengapresiasi Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog yang dinilai mampu menjaga ketersediaan pasokan beras. Dengan terjaganya pasokan tersebut, harga beras pun relatif stabil.

“Beras relatif terjaga di bawah. Kita lihat biasanya beras kan tiga besar. Tapi ini masuk di nomor enam,” tandasnya.

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Satgas PRR Siaga, Langkah Antisipasi Bencana Susulan Terus Diperkuat
Nobar Piala Dunia Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi, Mendagri Terbitkan Surat Edaran
Perkuat Daya Saing, Kementerian Ekraf Buka Akses Pasar Produk Daerah melalui Ide.Ind 2026
Menteri Ekraf Sebut Jamu Berpotensi Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Global
Sinergi Kemendagri dan BPS, Pemda Didorong Perkuat Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026
Wamendagri Bima Arya Ajak Generasi Muda Berwawasan Global Tanpa Kehilangan Jati Diri Bangsa
Mendagri Dorong Nobar Piala Dunia 2026, Hiburan Rakyat Sekaligus Penggerak Ekonomi
Mendagri Tito: Integritas Penyelenggara Pemilu Jadi Kunci Kepercayaan Publik

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:57 WIB

Satgas PRR Siaga, Langkah Antisipasi Bencana Susulan Terus Diperkuat

Senin, 15 Juni 2026 - 15:20 WIB

Nobar Piala Dunia Didorong Jadi Pengungkit Ekonomi, Mendagri Terbitkan Surat Edaran

Senin, 15 Juni 2026 - 15:15 WIB

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi, Minta Daerah Awasi Harga Minyak Goreng

Senin, 15 Juni 2026 - 14:46 WIB

Perkuat Daya Saing, Kementerian Ekraf Buka Akses Pasar Produk Daerah melalui Ide.Ind 2026

Senin, 15 Juni 2026 - 14:36 WIB

Menteri Ekraf Sebut Jamu Berpotensi Perkuat Daya Saing Indonesia di Pasar Global

Berita Terbaru