JOGJAOKE.COM, Aceh Tengah — Tim UMY Rescue 2025 kembali mengaktifkan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Sejak Jumat (2/1/2025), Puskesmas Ketapang Nusantara mulai melayani masyarakat setelah sempat terhenti akibat bencana.
Selain membuka layanan rawat jalan di puskesmas, tim kesehatan juga menjalankan layanan kesehatan bergerak ke sejumlah desa terdampak, termasuk Desa Jamat. Namun, akses menuju lokasi pelayanan masih terkendala tingginya debit sungai dan curah hujan yang belum mereda.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sekaligus anggota tim UMY Rescue, dr. Iman Permana, M.Kes., Ph.D., mengatakan tim kesehatan harus menggunakan perahu rakit dan sling untuk menjangkau wilayah pelayanan. Sebagian tim kesehatan bergerak bahkan belum dapat kembali ke puskesmas karena kondisi sungai yang belum memungkinkan diseberangi.
Layanan kesehatan tetap berjalan di tengah keterbatasan listrik, sinyal komunikasi, serta kondisi sumber air yang masih keruh. Keterbatasan genset juga menyulitkan koordinasi antara tim kesehatan yang bertugas di puskesmas dan tim yang melayani masyarakat di lapangan.
Pada hari pertama layanan kembali dibuka, tercatat 29 pasien mendapat pelayanan kesehatan. Keluhan yang paling banyak ditangani meliputi infeksi saluran pernapasan akut, penyakit kulit, serta penyakit tidak menular seperti diabetes melitus. Layanan kesehatan ibu, termasuk pemeriksaan kehamilan dan keluarga berencana, juga tetap diberikan.
Tim medis yang bertugas berjumlah 10 personel, terdiri atas dokter, perawat, apoteker, dokter muda, serta mahasiswa kedokteran dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan RS PKU Muhammadiyah Nanggulan. Tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim yang bertugas di puskesmas dan tim kesehatan bergerak ke desa-desa terdampak.
Sejumlah kebutuhan mendesak masih diperlukan untuk mendukung layanan kesehatan, antara lain alat pemeriksaan hemoglobin dan tambahan stok obat-obatan. Tim UMY Rescue berencana menambah suplai logistik kesehatan agar pelayanan bagi warga terdampak banjir di wilayah Linge dan sekitarnya dapat terus berjalan. (ihd)






