UMY: Standar Mutu Pendidikan Dokter Spesialis Lampaui Ketentuan Nasional

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan standar mutu yang jelas dan melampaui ketentuan nasional, Kedokteran spesialis mampu melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan berdaya saing. (Dok UMY)

Dengan standar mutu yang jelas dan melampaui ketentuan nasional, Kedokteran spesialis mampu melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan berdaya saing. (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pendidikan dokter spesialis perlu dikelola secara sistematis dengan standar mutu yang jelas dan melampaui ketentuan nasional agar mampu melahirkan dokter spesialis yang kompeten dan berdaya saing. Penegasan itu disampaikan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Achmad Nurmandi dalam pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY periode 2026–2029, Senin (26/1), di Kampus UMY.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya tanggung jawab 21 pengelola PPDS FKIK UMY untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis tidak berhenti pada aspek administratif, melainkan memiliki sistem yang terarah serta pengendalian mutu yang berkelanjutan.

Achmad Nurmandi menekankan bahwa pengelolaan pendidikan berbeda dengan praktik klinik. Pendidikan, menurut dia, menuntut standar, perencanaan, dan mekanisme evaluasi yang terukur.

“Mengelola pendidikan tidak sama dengan praktik klinik. Harus ada standar dan mutu yang dipenuhi, mulai dari dokumen perencanaan, SOP, kurikulum, hingga audit pembelajaran. Tanpa itu, pendidikan berjalan tanpa arah,” ujarnya.

UMY, kata Nurmandi, telah menetapkan standar mutu pendidikan dokter spesialis yang disusun dengan mengacu pada standar nasional, lalu dikembangkan agar berada di atas ketentuan minimal. Standar tersebut telah disahkan melalui peraturan rektor dan menjadi pedoman seluruh pengelola PPDS.

Ia menegaskan, standar mutu yang ditetapkan bukan sekadar menyalin ketentuan nasional, melainkan menambahkan sejumlah indikator yang dirancang sesuai kebutuhan institusi. Indikator tersebut harus dijalankan secara konsisten agar kualitas pendidikan terjaga.

Dalam kesempatan itu, Nurmandi juga menyoroti tantangan perguruan tinggi swasta dalam penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis, termasuk masih adanya pandangan yang meremehkan kemampuan perguruan tinggi swasta dalam mengelola PPDS.

Karena itu, ia mendorong jajaran pimpinan fakultas dan program studi untuk berani melakukan terobosan, terutama dalam pemenuhan sumber daya manusia serta pembenahan regulasi internal yang dinilai menghambat pengembangan program.

“Kita diberi izin dengan berbagai keterbatasan. Tugas kita adalah membuat terobosan. Jika regulasi menghambat, harus diperbaiki. Jika sumber daya manusia kurang, harus dipenuhi. Pendidikan dokter spesialis tidak bisa dikelola setengah-setengah,” katanya.

Pelantikan Wakil Dekan, Ketua Program Studi, dan Sekretaris Program Studi PPDS FKIK UMY ini sekaligus menegaskan komitmen institusi untuk membangun iklim pendidikan dokter spesialis yang humanis, beretika, serta bebas dari praktik perundungan. (ihd)

Berita Terkait

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 
Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal
UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS
HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Kreatif dan Bernilai Jual, Singkong Jadi Sushi di Program Pengabdian Untirta
UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:15 WIB

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 

Minggu, 6 September 2026 - 18:32 WIB

Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal

Sabtu, 5 September 2026 - 18:20 WIB

UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS

Selasa, 1 September 2026 - 21:09 WIB

HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:07 WIB

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Berita Terbaru