AI Ubah Wajah Rekayasa Otomotif, Dosen UMY Tekankan Peran Insinyur Berbasis Data

Selasa, 20 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Program Studi Rekayasa Otomotif Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Ferriawan Yudhanto, S.T., M.T., saat wawancara di Gedung AR Fachruddin B UMY, Senin (18/1/2026). (Dok UMY)

Dosen Program Studi Rekayasa Otomotif Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Ferriawan Yudhanto, S.T., M.T., saat wawancara di Gedung AR Fachruddin B UMY, Senin (18/1/2026). (Dok UMY)

JOGJAOJE.COM, Yogyakarta — Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) kian menguat dan terintegrasi dalam berbagai cabang teknik, termasuk rekayasa otomotif. Kehadiran AI tidak hanya mempercepat proses kerja di industri, tetapi juga secara mendasar menggeser peran insinyur di era teknologi digital.

Hal itu disampaikan dosen Program Studi Rekayasa Otomotif Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dr. Ir. Ferriawan Yudhanto, S.T., M.T., dalam wawancara di Gedung AR Fachruddin B UMY, Senin (18/1/2026).

Ferriawan menjelaskan, peran insinyur kini mengalami transformasi signifikan. Jika sebelumnya identik dengan perhitungan teknis dan perancangan manual, insinyur saat ini dituntut menjadi pengambil keputusan berbasis data.

AI, menurut dia, berperan besar dalam mempercepat proses desain, simulasi, optimasi, hingga prediksi kegagalan sistem. Proses yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini dapat dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.

“AI membantu memperkuat kerja insinyur, bukan menggantikannya. Teknologi ini efektif untuk otomatisasi perhitungan, simulasi teknis, analisis data, serta optimasi desain,” ujarnya.

Ferriawan menegaskan, AI tidak akan mampu menggantikan aspek-aspek fundamental yang melekat pada manusia. Tiga aspek tersebut, yakni humanisme, kreativitas, dan kemampuan berpikir multidisiplin, justru menjadi nilai tambah utama insinyur di tengah pesatnya otomasi.

Dalam praktik keteknikan, pemanfaatan AI juga berkontribusi pada peningkatan keselamatan kerja. Melalui pemantauan real-time, sistem inspeksi otomatis, serta kemampuan prediksi kegagalan, risiko kecelakaan dan kesalahan operasional dapat ditekan.

Meski demikian, Ferriawan mengingatkan adanya sejumlah tantangan serius, terutama di Indonesia. Keterbatasan literasi AI dan data, akses terhadap data berkualitas, serta infrastruktur digital yang belum merata masih menjadi hambatan utama.

“Masih banyak insinyur yang perlu meningkatkan kompetensi dalam pemrograman, analitik data, dan integrasi AI ke dalam sistem teknik. Biaya implementasi serta regulasi yang belum sepenuhnya matang juga menjadi tantangan,” katanya.

Ia juga menyoroti adaptasi kurikulum pendidikan teknik yang belum merata, sehingga berpengaruh terhadap kesiapan sumber daya manusia menghadapi disrupsi teknologi. Menurut dia, insinyur masa depan harus dibekali literasi AI dan data, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman sistem digital, di samping keterampilan komunikasi, etika profesi, dan kolaborasi lintas disiplin.

Dalam konteks tersebut, Ferriawan menegaskan peran strategis perguruan tinggi, termasuk Fakultas Teknik UMY, dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perkembangan AI. Integrasi kurikulum berbasis teknologi digital, data, dan kecerdasan buatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak.

“Mahasiswa perlu dibekali pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi dengan industri, serta riset terapan berbantuan AI agar mampu memecahkan persoalan nyata,” ujarnya.

Ke depan, Ferriawan memandang hubungan ideal antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan sebagai kemitraan yang saling melengkapi. AI berperan dalam analisis, simulasi, dan optimasi, sementara manusia tetap memegang kendali dalam pengambilan keputusan, kreativitas, dan tanggung jawab etis. (ihd)

Berita Terkait

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat
25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 
Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:52 WIB

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:53 WIB

UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Berita Terbaru