OLLANESIA Jadi Salah Satu Daya Tarik Jogja International Kite Festival 2026

Sabtu, 11 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Pantai Parangkusumo, Bantul, kembali menjadi pusat perhatian pecinta layang-layang dari berbagai daerah lewat gelaran Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026. Festival berskala nasional dan internasional ini tak hanya menyuguhkan atraksi layang-layang raksasa yang menghiasi langit selatan Yogyakarta, tetapi juga menghadirkan Olimpiade Layang-Layang Nasional (OLLANESIA) 2026, kompetisi layang-layang pelajar pertama di Indonesia.

OLLANESIA menjadi salah satu agenda unggulan JIKF 2026 yang dirancang untuk memperkenalkan budaya layang-layang kepada generasi muda sekaligus menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, dan sportivitas.

Pada hari pertama pelaksanaan, Sabtu (11/7/2026), kompetisi diawali dengan lomba merakit layang-layang tingkat SMP yang diikuti tiga tim serta lomba mewarnai layang-layang kategori TK yang diikuti 12 peserta. Sementara pada hari kedua, Minggu (12/7/2026), kompetisi berlanjut dengan lomba mewarnai untuk kategori TK, SD kelas 1-3, hingga SD kelas 4-6.

Suasana Pantai Parangkusumo sejak pagi dipenuhi peserta, orang tua, komunitas layang-layang, hingga wisatawan yang ingin menikmati kemeriahan festival. Langit dipenuhi beragam layang-layang dengan desain tradisional, train naga, hingga kreasi modern yang menjadi daya tarik utama JIKF 2026.

Ketua Angkasa Satu sekaligus penyelenggara JIKF 2026, RDA Yuristianto, mengatakan kehadiran OLLANESIA merupakan upaya untuk mengajak pelajar mengenal kembali budaya layang-layang sejak usia dini.

“Adanya olimpiade ini semoga bisa memperkenalkan layang-layang kepada generasi muda. Kami juga bekerja sama dengan Pusat Prestasi Nasional untuk menyiapkan piagam penghargaan bagi para pemenang agar dapat menunjang prestasi mereka,” ujarnya.

Ketua Panitia OLLANESIA 2026, Rizal Rusyadi, menambahkan bahwa olimpiade ini diharapkan menjadi langkah awal membangun ekosistem pelestarian layang-layang di Indonesia melalui dunia pendidikan.

“Harapannya dengan menyasar anak-anak melalui ranah pendidikan, mereka semakin mengenal dan ikut melestarikan layang-layang tradisional di daerah masing-masing,” katanya.

Selain menjadi hiburan, OLLANESIA juga menawarkan kompetisi bergengsi. Para pemenang memperebutkan Piagam Penghargaan dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Piala Putri Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, serta total hadiah senilai Rp7 juta.

Kompetisi dinilai oleh tiga dewan juri yang berpengalaman di bidang seni budaya dan layang-layang. Salah satunya, dosen Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana Yogyakarta, Koni, menilai karya peserta SMP menunjukkan kreativitas yang cukup tinggi, terutama dari sisi konstruksi dan tampilan visual.

Menurutnya, layang-layang bukan sekadar permainan tradisional, tetapi juga merupakan karya seni yang memadukan desain visual, aerodinamika, pemilihan material, hingga teknik konstruksi.

Penyelenggaraan OLLANESIA 2026 turut mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, serta Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pariwisata berbasis event di Yogyakarta.

Melalui Jogja International Kite Festival 2026, penyelenggara berharap festival ini terus berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang mampu menarik wisatawan sekaligus melahirkan generasi muda kreatif yang mencintai warisan budaya Indonesia. Dengan perpaduan seni, edukasi, dan hiburan, JIKF 2026 kembali membuktikan diri sebagai salah satu festival layang-layang terbesar dan paling dinanti di Tanah Air. (Aga)

Berita Terkait

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut
Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD
‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Driver Maxim Gugat Program Turbo, DPRD DIY Desak Tindak Lanjut

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Gantikan Almarhum Adrian Subagyo, Hari Prastowo Dilantik Jadi Anggota DPRD

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Berita Terbaru

Yogyakarta

Harda Kiswaya Gaungkan Kerukunan Lewat Pesparawi Sleman 2026

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:41 WIB

Yogyakarta

Susanto Dwi Antoro Dorong Langen Beksan Jaga Warisan Budaya

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:37 WIB

Jawa Tengah

Ribuan Massa GPK Kepung Borobudur, Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:32 WIB

Yogyakarta

KAI Buka Tiket Desember, Penumpang Wajib Cek Perubahan Jadwal

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:28 WIB