Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Selasa, 14 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hartyo Murkomoyo alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. (ihd)

Hartyo Murkomoyo alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. (ihd)

Jejak Hartyo Harkomoyo dari ruang-ruang sunyi diplomasi hingga panggung strategis Moskow

JENDELANUSANTARA.COM, Jalarta — Di balik wajah diplomasi yang kerap tampak formal dan kaku, ada ruang-ruang sunyi yang diisi oleh ketekunan, empati, dan kesabaran. Di sanalah sosok Hartyo Harkomoyo menapaki jejaknya. Kini, ia mengemban amanah sebagai Wakil Duta Besar Republik Indonesia di Moskow, Rusia—sebuah posisi yang menuntut keteguhan sekaligus keluwesan dalam membaca arah dunia.

Di kalangan alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. Sapaan sederhana itu seakan merawat jarak agar tetap dekat—menggambarkan pribadi yang hangat di tengah tuntutan profesi yang serba strategis.

Perjalanan diplomasi Yoyok dimulai dari Roma, Italia. Sebagai Sekretaris Ketiga di Kedutaan Besar Republik Indonesia, ia bersentuhan langsung dengan isu-isu politik dan kerja sama multilateral. Di kota yang menyimpan jejak peradaban panjang itu, ia juga terlibat dalam agenda International Fund for Agricultural Development (IFAD), berkontribusi pada isu pengentasan kemiskinan global—sebuah medan kerja yang menghubungkan kepentingan nasional dengan tanggung jawab kemanusiaan lintas batas.

Langkahnya berlanjut ke Oslo, Norwegia. Di sana, sebagai Sekretaris Pertama, ia memainkan peran dalam memperkuat kerja sama ekonomi. Diplomasi tidak lagi sekadar percakapan meja bundar, melainkan juga upaya konkret membuka jalur perdagangan, investasi, hingga kerja sama energi dan lingkungan—bidang-bidang yang kian menentukan masa depan relasi antarnegara.

Jejak itu kian menguat saat ia dipercaya menjadi Minister Counselor di London, Inggris. Dalam posisi ini, Yoyok mengemban tugas sebagai juru bicara kedutaan. Ia berada di garis depan komunikasi publik, menjembatani persepsi, sekaligus merawat citra Indonesia di tengah dinamika sosial budaya masyarakat global.

Kini di Moskow, tantangan yang dihadapi jauh lebih kompleks. Hubungan bilateral Indonesia–Rusia tidak berdiri di ruang hampa, melainkan berada dalam pusaran geopolitik dunia yang terus bergerak. Dalam situasi demikian, diplomasi menuntut lebih dari sekadar kepiawaian bernegosiasi; ia memerlukan kepekaan membaca situasi, serta kemampuan membangun kepercayaan di tengah ketidakpastian.

Bagi Yoyok, bahasa menjadi jembatan utama. Selain fasih berbahasa Inggris, ia menguasai bahasa Italia dan Norwegia. Kini, ia tengah mendalami bahasa Rusia—upaya memahami bukan hanya kata, tetapi juga cara pandang dan kebudayaan yang melatarinya.

Latar akademiknya ditempa di Sapienza University of Rome, tempat ia meraih gelar magister pada 2008 dalam bidang International Policy and Crisis Management. Pendidikan itu menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai situasi krisis yang kerap menyertai dinamika hubungan internasional.

Kisah Hartyo Harkomoyo memperlihatkan bahwa diplomasi bukan sekadar soal posisi, melainkan perjalanan panjang membangun kapasitas diri. Ia adalah cermin bahwa dari ruang-ruang kampus di Yogyakarta, langkah dapat menjangkau panggung dunia—dengan satu syarat: ketekunan yang dirawat, dan integritas yang dijaga. (aga/ihd)

Berita Terkait

UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan
UMY Kembangkan Akuaponik dari Air Wudhu, Dorong Kemandirian Pangan Warga Sleman
UMY Perkuat Literasi AI di Mindanao, Dorong Tata Kelola Digital Inklusif di ASEAN
Penguatan Pendidikan Islami dan Kaderisasi, Dosen UMY Dampingi Warga Muhammadiyah Merdikorejo
Dosen Bahasa Arab UMY Dorong Literasi Mahasiswa Al-Azhar Lewat Workshop Penulisan di Kairo
Dosen UMY Soroti Kasus Amsal Sitepu, Alarm bagi Masa Depan Industri Kreatif

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Minggu, 12 April 2026 - 22:04 WIB

UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga

Sabtu, 11 April 2026 - 15:38 WIB

Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 15:59 WIB

UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Selasa, 7 April 2026 - 17:00 WIB

UMY Kembangkan Akuaponik dari Air Wudhu, Dorong Kemandirian Pangan Warga Sleman

Berita Terbaru

Hartyo Murkomoyo alumni Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 1996, ia lebih dikenal sebagai “Mas Yoyok”. (ihd)

Pendidikan

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Selasa, 14 Apr 2026 - 23:22 WIB

Jogja

Danrem Pamungkas Temui Ketua DPRD DIY Perkuat Sinergi

Selasa, 14 Apr 2026 - 16:19 WIB