Child Grooming Kerap Menyamar, Psikolog UMY Ingatkan Pola Manipulasi Emosional

Sabtu, 17 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Cahyo Setiadi Ramadhan (UMY)

Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Cahyo Setiadi Ramadhan (UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Praktik child grooming kerap hadir dalam rupa yang sulit dikenali. Pelaku tidak selalu tampil mengancam, melainkan ramah, penuh perhatian, bahkan terkesan suportif. Justru karena tampilannya yang “baik” itulah, praktik manipulatif ini sering luput dari pengawasan lingkungan sekitar, termasuk dari korban sendiri.

Psikolog Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Cahyo Setiadi Ramadhan menegaskan, pola manipulasi emosional menjadi ciri utama child grooming. Pelaku biasanya membangun kedekatan secara bertahap dengan anak, menciptakan rasa aman, didengarkan, dan divalidasi. “Ketika kepercayaan sudah terbentuk, relasi itu kemudian dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, yang kerap berujung pada eksploitasi seksual,” ujar Cahyo di Yogyakarta, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Cahyo, proses tersebut berlangsung perlahan dan penuh rekayasa psikologis. Dari luar, pelaku tampak sebagai sosok yang peduli dan protektif. Namun, di balik itu tersimpan motif yang merusak karena membangun ketergantungan emosional pada anak. Pola semacam ini membuat korban kerap tidak menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi.

Ia mencontohkan kasus yang pernah diungkap aktris Aurelie Moeremans, yang mengalami relasi bermasalah sejak usia remaja. Dalam sejumlah kasus lain, child grooming bahkan berujung pada pernikahan yang tampak sah secara sosial. Namun, Cahyo menegaskan, status legal tidak otomatis menghapus unsur eksploitasi. Relasi yang lahir dari posisi kerentanan tetap menyimpan ketimpangan kuasa dan sulit menghadirkan hubungan yang sehat.

Dampak child grooming, lanjut Cahyo, tidak berhenti pada fase awal relasi. Anak yang menjadi korban sering mengalami kebingungan emosional, rasa tidak nyaman, dan konflik batin. Dalam jangka panjang, trauma itu dapat berkembang menjadi penurunan kepercayaan diri, kecemasan berlebih, kesulitan membangun relasi sosial, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD). “Rasa bersalah karena merasa tidak mampu menolak atau melawan sering terbawa hingga dewasa,” katanya.

Sebagai upaya pencegahan, Cahyo menekankan pentingnya peran orang tua dan lingkungan terdekat dalam membangun kedekatan emosional yang sehat dengan anak. Relasi yang hangat dan terbuka di dalam keluarga, menurut dia, menjadi benteng utama agar anak tidak mencari pemenuhan emosional dari pihak luar yang berpotensi berbahaya. Anak juga perlu dibekali pemahaman tentang batasan diri, bagian tubuh yang tidak boleh disentuh, serta keberanian untuk mengatakan tidak. “Dengan pendampingan emosional yang kuat, orang dengan niat tidak baik akan lebih sulit menembus dunia anak,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat
25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 
Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:52 WIB

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:53 WIB

UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Berita Terbaru