JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Masyarakat yang tinggal di sekitar gunung api aktif di Indonesia diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Warga juga diminta mematuhi arahan petugas apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.
Kepolisian Resor Kota Yogyakarta mengingatkan, erupsi gunung api dapat terjadi sewaktu-waktu dan menimbulkan sejumlah ancaman, mulai dari hujan abu vulkanik, lontaran material, awan panas, hingga banjir lahar.
Dalam keterangan tertulis, Polresta Yogyakarta meminta masyarakat mengetahui status gunung api di wilayah masing-masing. Informasi mengenai aktivitas vulkanik hendaknya diperoleh dari sumber resmi pemerintah dan pihak berwenang.
Warga juga diminta tidak beraktivitas di kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya atau radius terlarang. Apabila petugas mengeluarkan rekomendasi atau perintah evakuasi, masyarakat harus segera mengikutinya.
Saat terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan disarankan menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. Kacamata pelindung juga perlu digunakan untuk mengurangi risiko iritasi mata akibat paparan abu vulkanik.
Perlindungan juga perlu dilakukan terhadap rumah dan sumber air. Pintu, jendela, serta ventilasi sebaiknya ditutup ketika hujan abu berlangsung. Tempat penampungan air juga perlu ditutup agar tidak tercemar material vulkanik.
Kewaspadaan khusus diperlukan bagi warga yang tinggal di sekitar sungai yang berhulu di kawasan gunung api. Hujan deras dapat membawa material vulkanik melalui aliran sungai dan memicu banjir lahar.
Polresta Yogyakarta juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya. Perkembangan aktivitas gunung api sebaiknya dipantau melalui kanal informasi resmi pemerintah.
Selain kewaspadaan, kesiapsiagaan di tingkat keluarga perlu diperkuat. Salah satunya dengan menyiapkan Tas Siaga Bencana (TSB) yang dapat dibawa dengan cepat ketika terjadi keadaan darurat dan evakuasi.
Tas tersebut setidaknya berisi dokumen penting, kotak P3K, obat-obatan pribadi, masker, senter, perlengkapan kebersihan, makanan dan air minum, uang tunai, serta pakaian secukupnya.
Dokumen seperti kartu identitas, surat kendaraan, ijazah, dan akta kelahiran sebaiknya disimpan dalam wadah atau plastik tahan air. Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kerusakan apabila terjadi bencana.
Tas Siaga Bencana hendaknya ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan diketahui seluruh anggota keluarga. Dengan demikian, perlengkapan tersebut dapat segera diambil ketika keadaan darurat terjadi.
Kesiapsiagaan bencana dimulai dari keluarga. Masyarakat diminta tetap tenang, tidak panik, mematuhi arahan petugas, dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas. (ihd)






