Pemerintah Kota Yogyakarta Dorong Jelajah Budaya Antar-Kemantren

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meninjau pameran show case Babad Siti Kemantren #4 di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (5/9/2026). (Joke/Pemkot)

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan meninjau pameran show case Babad Siti Kemantren #4 di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (5/9/2026). (Joke/Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta  — Pemerintah Kota Yogyakarta mendorong pengembangan potensi budaya di 14 kemantren melalui program Jelajah Budaya. Kreativitas kemantren dalam menggali dan mengemas potensi budaya tersebut diapresiasi dalam Festival Babad Siti Kemantren #4 di Taman Budaya Embung Giwangan, Sabtu (5/9/2026).

Selain memberikan penghargaan kepada kemantren terbaik, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran situs web Babad Siti Kemantren yang memuat berbagai informasi mengenai narasi, sejarah, dan aktivitas budaya di 14 kemantren.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan, sebagai kota budaya, Yogyakarta perlu terus mendorong kemantren untuk mengembangkan potensi budaya yang dimiliki masing-masing wilayah.

Menurut dia, pengembangan budaya tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab Dinas Kebudayaan. Program tersebut perlu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) lain agar pengembangan budaya dapat memberikan dampak yang lebih luas.

“Harapan kami ke depan kalau bisa masalah budaya ini tidak digarap oleh Dinas Kebudayaan sendiri, tapi Dinas Kebudayaan sebagai leading sector mengajak dinas terkait. Karena ini tidak lepas dari Dinas Pariwisata, Dinas UMKM, Dinas Perdagangan sehingga tahun depan lebih besar lagi,” kata Wawan.

Wawan juga mendorong keterlibatan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengembangan kegiatan kebudayaan. Menurut dia, kebudayaan tidak mengenal batas administratif antara kota, provinsi, maupun kabupaten.

Kerja sama lintas wilayah dinilai penting untuk mengangkat keberagaman budaya Yogyakarta. Salah satunya terlihat dari keberadaan Klenteng Poncowinatan yang menjadi bagian dari keragaman budaya sekaligus memperkuat citra Yogyakarta sebagai kota toleransi.

“Kemarin di Klenteng Poncowinatan, kami sampaikan bahwa Jogja City of Tolerance ini harus ditingkatkan. Ini menjadi satu contoh bahwa Yogyakarta ini penuh warna. Ini adalah budaya kita yang perlu kita kembangkan semuanya,” ujar Wawan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan, apresiasi diberikan sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja kreatif 14 kemantren dalam menggali dan mengemas potensi budaya melalui Jelajah Budaya.

Menurut Yetti, penghargaan tersebut juga diharapkan menjadi pemicu agar kegiatan yang telah dirintis melalui festival tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Kami memberikan semacam awarding untuk lima nominasi. Jadi ini sebenarnya merupakan salah satu cara kami untuk memotivasi agar ke depan apa yang kemudian kita lakukan ini tidak hanya berhenti pada saat event, tapi juga bisa menjadi aktivitas yang berkelanjutan,” katanya.

Dalam Festival Babad Siti Kemantren #4, Kemantren Kraton meraih juara pertama. Juara kedua diraih Kemantren Jetis, juara ketiga Kemantren Mergangsan, juara harapan pertama Kemantren Gedongtengen, dan juara harapan kedua Kemantren Mantrijeron.

Para pemenang memperoleh sertifikat penghargaan serta uang pembinaan.

Sementara itu, situs web Babad Siti Kemantren yang diluncurkan dalam kegiatan tersebut menyajikan data, storyline, dan berbagai program aktivitas budaya dari 14 kemantren.

Keberadaan situs tersebut diharapkan dapat memperkuat narasi dan identitas budaya masing-masing kemantren sehingga lebih mudah dikenal masyarakat. Dengan demikian, kekayaan budaya di tingkat wilayah dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas kebudayaan Yogyakarta.

Salah satu program yang mendapat apresiasi adalah Jelajah Budaya Kemantren Kraton. Tim produksi Babad Siti Kemantren Kraton, Icha Khaligi Yogiswara, mengatakan kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk perjalanan bersepeda menyusuri sejumlah situs bersejarah di kawasan Kemantren Kraton dan Benteng Baluwerti Keraton Yogyakarta.

Jelajah tersebut juga diarahkan untuk mengenalkan situs-situs yang belum banyak diketahui masyarakat. Salah satunya Plososari yang masih menjadi bagian dari kawasan Tamansari, tetapi berada di tengah permukiman warga.

“Jelajah Budaya kemarin menjadi trial. Ke depan jelajah sepeda akan dilanjutkan bersama mitra kami dan Karang Taruna Kemantren Kraton menjadi tour guide,” kata Icha. (ihd)

Berita Terkait

‎MBG Prasmanan Disorot, Siswa SD Jadi Pelayan Makanan
Mahasiswa HI UMY Lolos AIYEP 2026, Siapkan Pengalaman Internasional untuk Karier Masa Depan
Baterai Bekas Mobil Listrik Jadi Tantangan Baru, Pakar UMY Dorong Daur Ulang dan Second Life
Pakar Teknik Elektro UMY: Robot Humanoid Tak Langsung Gantikan Manusia, tetapi Ubah Komposisi Pekerjaan
Rokok Ilegal di Saptosari Ditindak, 10.100 Batang Diamankan Petugas
1.914 Taruna TNI-Akpol Lulus Pendidikan Dasar Keprajuritan Integratif di Magelang
Danrem 072/Pamungkas Hadiri Upacara Prabatar Akademi TNI dan Akpol 2026
Bupati Harda Kiswaya Lantik Lima Lurah Hasil PAW di Sleman

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:40 WIB

‎MBG Prasmanan Disorot, Siswa SD Jadi Pelayan Makanan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:53 WIB

Mahasiswa HI UMY Lolos AIYEP 2026, Siapkan Pengalaman Internasional untuk Karier Masa Depan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Baterai Bekas Mobil Listrik Jadi Tantangan Baru, Pakar UMY Dorong Daur Ulang dan Second Life

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pakar Teknik Elektro UMY: Robot Humanoid Tak Langsung Gantikan Manusia, tetapi Ubah Komposisi Pekerjaan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Rokok Ilegal di Saptosari Ditindak, 10.100 Batang Diamankan Petugas

Berita Terbaru

Yogyakarta

‎MBG Prasmanan Disorot, Siswa SD Jadi Pelayan Makanan

Jumat, 9 Okt 2026 - 12:40 WIB