Abu Vulkanik Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, KAI Tambah Kereta Yogyakarta-Jakarta

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana di Stasiun Kereta Api Kota Yogyakarta. (Humas KAI)

Suasana di Stasiun Kereta Api Kota Yogyakarta. (Humas KAI)

Suasana di Stasiun Kereta Api Kota Yogyakarta. (Humas KAI)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menambah perjalanan kereta api menuju Jakarta menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Minggu (6/9/2026).

Penambahan perjalanan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat yang membutuhkan alternatif transportasi setelah penerbangan dari dan menuju Jakarta terganggu.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, KAI berupaya menyediakan pilihan transportasi darat yang aman dan dapat diandalkan ketika moda transportasi udara menghadapi kendala akibat kondisi cuaca.

“KAI Daop 6 berupaya hadir memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang membutuhkan transportasi akibat adanya penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta. Kami menyiapkan perjalanan kereta api tambahan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat,” ujar Feni di Yogyakarta, Minggu.

Ada dua perjalanan tambahan yang disiapkan untuk melayani masyarakat menuju Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya KA Tambahan Yogyakarta-Gambir yang berangkat dari Stasiun Yogyakarta pada pukul 18.20 WIB.

Perjalanan tambahan lainnya adalah KA Tambahan Malang-Gambir. Kereta tersebut berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB dan dijadwalkan tiba di Stasiun Yogyakarta pukul 02.32 WIB. Lima menit kemudian, kereta melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Gambir pada pukul 02.37 WIB.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menetapkan penutupan sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu mulai pukul 01.30 hingga 09.30 WIB.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau bagi keselamatan penerbangan.

Selain menyediakan perjalanan tambahan, KAI Daop 6 mengimbau masyarakat yang beraktivitas di wilayah terdampak sebaran abu vulkanik untuk tetap mengutamakan kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

Penumpang disarankan menggunakan masker dan pelindung mata, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta menyimpan barang bawaan dan makanan dalam wadah yang tertutup rapat.

Feni juga meminta penumpang segera meminta bantuan petugas apabila mengalami gangguan kesehatan selama berada di stasiun atau dalam perjalanan.

“Apabila mengalami keluhan kesehatan seperti sesak napas atau iritasi, pelanggan diimbau segera menghubungi petugas di stasiun maupun di atas kereta untuk mendapatkan bantuan medis,” katanya.

Informasi mengenai jadwal perjalanan dan pemesanan tiket dapat diperbarui melalui kanal resmi KAI, termasuk Contact Center KAI 121 dan media sosial resmi perusahaan. (ihd)

Berita Terkait

Bonus Demografi di Depan Mata, 250 Ribu Pemuda Sleman Bergerak
MTsN 9 Sleman Disorot, GPM Minta Polemik Sumbangan Komite Dibuka Terang
Cegah Penyalahgunaan Obat, Sipotik Dinkes Sleman Deteksi 700 Kasus Pengambilan Ganda
Tak Sekadar Penerimaan Mahasiswa, UMY Dorong Kolaborasi Lebih Luas dengan Sekolah
Tarkeeb, Aplikasi AI Belajar Nahwu Karya Mahasiswa UMY, Raih Juara 1 di KMI Expo XVII 2026
UMY Gandeng MCUT Taiwan, Perluas Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian
Hampir 60 Ribu Penerima Beasiswa, The Future Fest 2026 Dorong Perluasan Akses Pendidikan Tinggi
‎WJNC 2026 Bidik 60 Ribu Pengunjung, Malioboro Bersiap Meriah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Bonus Demografi di Depan Mata, 250 Ribu Pemuda Sleman Bergerak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:41 WIB

MTsN 9 Sleman Disorot, GPM Minta Polemik Sumbangan Komite Dibuka Terang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:17 WIB

Cegah Penyalahgunaan Obat, Sipotik Dinkes Sleman Deteksi 700 Kasus Pengambilan Ganda

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:55 WIB

Tak Sekadar Penerimaan Mahasiswa, UMY Dorong Kolaborasi Lebih Luas dengan Sekolah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:41 WIB

UMY Gandeng MCUT Taiwan, Perluas Kolaborasi Pendidikan dan Penelitian

Berita Terbaru