JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pemerintah Kota Yogyakarta menyediakan sekitar 3.000 dosis vaksin rabies gratis bagi kucing, anjing, dan kera selama September 2026. Program tersebut dilakukan untuk mencegah penularan rabies sekaligus mempertahankan status Kota Yogyakarta yang hingga kini masih bebas rabies.
Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Panggarti mengatakan, vaksin disediakan bagi seluruh hewan penular rabies (HPR) yang berada di Kota Yogyakarta.
”Pada prinsipnya kami siapkan vaksin untuk semua hewan penular rabies yang ada di Kota Yogyakarta. Selama September kami siapkan sekitar 3.000 dosis vaksin,” kata Sri di Yogyakarta, Sabtu (5/9/2026).
Jumlah tersebut mengacu pada realisasi vaksinasi rabies tahun 2025 yang mencapai 3.011 hewan. Sebanyak 2.435 hewan di antaranya merupakan kucing, 565 anjing, dan 11 kera atau monyet.
Vaksinasi gratis diberikan kepada hewan penular rabies yang berdomisili di Kota Yogyakarta. Pemilik harus menunjukkan kartu tanda penduduk sebagai bukti domisili.
Vaksinasi telah dimulai pada awal September, salah satunya di Pendopo Kelurahan Mantrijeron. Hewan lama maupun baru dapat divaksinasi sepanjang memenuhi persyaratan kesehatan.
Hewan yang akan divaksin harus sehat, tidak sedang bunting atau menyusui, telah mencapai usia yang cukup, serta sudah mendapatkan obat cacing.
Sri mengatakan, hingga kini tidak ditemukan kasus rabies di Kota Yogyakarta. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan karena Yogyakarta merupakan daerah tujuan wisata dan wisatawan berpotensi membawa hewan peliharaan dari daerah lain.
Medik Veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sri Wahyuningsih mengatakan, kucing menjadi hewan yang paling banyak dibawa pemiliknya untuk mendapatkan vaksinasi rabies. Anjing juga cukup banyak divaksinasi.
Namun, tidak semua hewan dapat langsung divaksinasi. Hewan yang mengalami demam, misalnya, akan ditunda vaksinasinya karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya infeksi atau stres akibat perjalanan.
”Syarat divaksin itu harus sehat. Kami melakukan skrining kesehatan dari suhu tubuh hewan,” ujar Sri Wahyuningsih.
Selain vaksinasi, pemilik hewan diminta menjaga kesehatan dan kebersihan hewan peliharaan. Pencegahan penyakit zoonosis tidak hanya dilakukan melalui vaksinasi, tetapi juga dengan memperhatikan makanan, tempat tinggal, dan kebersihan hewan.
Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak masyarakat memanfaatkan program vaksinasi gratis tersebut untuk melindungi hewan peliharaan sekaligus mempertahankan Yogyakarta tetap bebas rabies. (ihd)






