Mahasiswa Asing Ikuti Mataf UMY, Rasakan Kesan Pertama di Lingkungan Kampus

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Tehzeb Ul Hassan (Pakistan) dan Naveed Mahbub (Bangladesh), mahasiswa asing UMY yang ikut turut serta menjadi peserta Mataf Maba UMY 2026/2027

Tehzeb Ul Hassan (Pakistan) dan Naveed Mahbub (Bangladesh), mahasiswa asing UMY yang ikut turut serta menjadi peserta Mataf Maba UMY 2026/2027

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Sebanyak 76 mahasiswa asing dari berbagai negara diterima Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. Sejumlah mahasiswa internasional tersebut turut mengikuti Masa Ta’aruf (Mataf) sebagai bagian dari rangkaian penyambutan mahasiswa baru UMY. Bagi mereka yang baru pertama kali datang ke Indonesia, mataf menjadi kesempatan awal untuk mengenal lingkungan kampus sekaligus membangun pertemanan dengan mahasiswa Indonesia.

Salah satu mahasiswa asing tersebut adalah Tehzeeb Ul Hassan dari Pakistan yang mengambil Program Studi Keperawatan UMY. Ini menjadi pengalaman pertamanya datang ke Indonesia. Ia memilih Indonesia sebagai tujuan pendidikan karena melihat adanya kedekatan nilai budaya dan keagamaan dengan negara asalnya, sehingga ia merasa akan lebih mudah beradaptasi selama tinggal di Yogyakarta.

“Indonesia merupakan negara Islam, dan saya menyukai hal tersebut karena nilai-nilai budaya kita memiliki banyak kesamaan. Karena itu, saya merasa tidak akan terlalu sulit untuk menyesuaikan diri dengan budaya di Indonesia. Saya tertarik datang ke sini karena ingin melanjutkan pendidikan sekaligus berada di lingkungan yang memiliki nilai-nilai yang dekat dengan saya,” ujar Tehzeeb, Senin (7/9) di Sportorium UMY.

Keputusannya memilih UMY juga berawal dari rekomendasi seorang teman yang telah lebih dahulu berkuliah di UMY. Informasi tersebut membuat Tehzeeb tertarik mencari tahu lebih banyak mengenai UMY hingga akhirnya mendaftar dan diterima sebagai mahasiswa.

Keramahan mahasiswa Indonesia menjadi salah satu hal yang paling berkesan bagi Tehzeeb selama berada di Yogyakarta. Meskipun baru pertama kali datang ke Indonesia, ia mengaku belum menemukan perbedaan budaya yang membuatnya kesulitan beradaptasi. Pengalaman tersebut membuatnya mulai melihat peluang untuk tidak hanya menyelesaikan pendidikan sarjana, tetapi juga mendapatkan pengalaman lain di Indonesia.

Sementara itu, pengalaman berbeda datang dari Naveed Mahbub, mahasiswa asal Bangladesh yang menempuh pendidikan di International Program of International Relations (IPIREL) UMY. Berbeda dengan Tehzeeb yang lebih menekankan kedekatan budaya, Naveed tertarik datang ke Indonesia karena melihat perpaduan antara kesempatan akademik dan pengalaman budaya yang ditawarkan.

“Bagi saya, Indonesia memiliki perpaduan yang menarik antara latar belakang akademik dan budaya. Saya bisa mendapatkan pengalaman belajar di negara yang memiliki banyak hal untuk dieksplorasi, tetapi pada saat yang sama tetap dekat dengan akar keagamaan saya. Itu yang membuat saya merasa Indonesia merupakan pilihan yang tepat untuk melanjutkan pendidikan,” jelas Naveed.

Meski sempat merasa lelah karena banyaknya tugas yang harus diselesaikan, Naveed justru menemukan pengalaman baru ketika mulai mengikuti kegiatan bersama kelompoknya. Ia bertemu dengan banyak mahasiswa Indonesia dan mulai membangun pertemanan yang sebelumnya belum dimilikinya.

“Setelah mengikuti pra-Mataf dan sekarang mengikuti Mataf, pengalaman ini terasa sangat menyenangkan. Ketika bersama kelompok, saya bertemu banyak orang baru dan mulai membangun pertemanan dengan mahasiswa Indonesia. Sebelumnya saya tidak memiliki teman dari Indonesia, tetapi sekarang saya sudah memiliki banyak teman. Saya juga mulai mengenal UMY lebih jauh melalui interaksi dengan mereka,” tuturnya.

Ke depan, Naveed berharap masa studinya di UMY dapat menjadi bekal untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan dalam bidang hubungan internasional, terutama komunikasi dan negosiasi. Ia juga menantikan berbagai kesempatan akademik yang dapat mendukung pengembangan kompetensinya selama menjadi mahasiswa UMY. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

Harga Cabai Keriting di Yogyakarta Naik 5 Persen, Hujan Ganggu Pasokan
Klinik P3DN Jogja Bantu IKM Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah
Agung Danarto Dorong Mahasiswa Baru UMY Jadi Generasi Unggul Islami
Anggaran BNPB Turun, Pakar UMY Ingatkan Mitigasi Bencana Jangan Dikurangi
Kemenag Bekali Calon Pengantin, Pernikahan Perlu Komunikasi dan Saling Menjaga
Sungai Code Kotor, Bendung Mergangsan Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Warga
Kualitas Kampus Tak Hanya Ditentukan Status Negeri atau Swasta
Desil Berubah, Pemkot Yogyakarta Jaga Warga Tetap Dapat Jaminan Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 19:21 WIB

Harga Cabai Keriting di Yogyakarta Naik 5 Persen, Hujan Ganggu Pasokan

Selasa, 8 September 2026 - 18:00 WIB

Klinik P3DN Jogja Bantu IKM Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah

Selasa, 8 September 2026 - 13:40 WIB

Anggaran BNPB Turun, Pakar UMY Ingatkan Mitigasi Bencana Jangan Dikurangi

Selasa, 8 September 2026 - 12:28 WIB

Kemenag Bekali Calon Pengantin, Pernikahan Perlu Komunikasi dan Saling Menjaga

Senin, 7 September 2026 - 17:02 WIB

Mahasiswa Asing Ikuti Mataf UMY, Rasakan Kesan Pertama di Lingkungan Kampus

Berita Terbaru

Klinik Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang dibuka Pemkot Yogyakarta untuk membantu pelaku usaha mengatasi kendala administrasi dan sertifikasi. (Joke)

Yogyakarta

Klinik P3DN Jogja Bantu IKM Tembus Pasar Pengadaan Pemerintah

Selasa, 8 Sep 2026 - 18:00 WIB