JOGJAOKE.COM, JOGJA – Koperasi Kelurahan Merah Putih Demangan Kota Yogyakarta membuktikan kinerja impresif dengan membukukan omzet Rp139 juta hanya dalam enam bulan operasional pertamanya.
Capaian Tahun Buku 2025 tersebut menunjukkan koperasi berbasis warga mampu berkembang melalui strategi kemitraan sehat tanpa bergantung bantuan modal pemerintah sama sekali.
Ketua KKMP Demangan Antonius Fokki Ardiyanto menegaskan, “Kepercayaan, profesionalisme, dan kolaborasi menjadi fondasi utama koperasi sejak awal kami membangun bersama.”
Fokki mengatakan, “Kami ingin membuktikan koperasi mampu tumbuh melalui tata kelola baik serta kemitraan sehat yang saling menguntungkan semua pihak.”
Menurutnya, “Kepercayaan menjadi modal terbesar kami sehingga berbagai kerja sama terus terjalin dan membuka peluang usaha berkembang secara bertahap berkelanjutan.”
Hingga akhir Tahun Buku 2025, koperasi mengandalkan dua unit usaha utama yakni Batik Segoro Amarto Reborn serta AMDK Air Jogja AYO.
Pada sektor batik, koperasi menggandeng perajin serta pelaku UMKM untuk meningkatkan produksi sekaligus memperluas pemasaran produk berkualitas kepada masyarakat luas.
Sementara unit AMDK Air Jogja AYO berperan sebagai mitra distribusi air minum kemasan kepada pelanggan, komunitas, serta berbagai kalangan masyarakat Yogyakarta.
Seluruh aktivitas usaha dijalankan menggunakan sistem laku–bayar yang dinilai efektif menjaga kelancaran arus kas sekaligus memperkuat hubungan kemitraan bersama pemasok produk.
Melalui skema tersebut, pembayaran kepada mitra dilakukan setelah produk terjual atau mengikuti kesepakatan sehingga perputaran usaha tetap berlangsung secara sehat berkelanjutan.
Fokki menegaskan, “Dana simpanan anggota tidak digunakan sebagai modal perdagangan sehingga tetap terjaga sesuai fungsi memperkuat kelembagaan koperasi secara berkelanjutan.”
Ia menjelaskan, “Koperasi tidak harus memulai usaha dengan modal besar, tetapi wajib membangun kepercayaan, komitmen, serta tata kelola transparan dan akuntabel.”
Menurut Fokki, “Kemitraan yang sehat memberikan ruang bagi koperasi untuk terus bergerak, berkembang, serta menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggota.”
Ia menambahkan, “Enam bulan memang bukan waktu panjang, namun capaian ini menjadi motivasi memperkuat koperasi sebagai rumah bersama seluruh warga Demangan.”
Fokki menegaskan, “Kami akan terus memperluas jaringan usaha agar manfaat ekonomi semakin besar dirasakan anggota maupun masyarakat secara berkelanjutan bersama.”
Omzet Rp139.034.500 menjadi tonggak penting perjalanan KKMP Demangan dalam membangun koperasi profesional, mandiri, serta berorientasi memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat setempat.
Ke depan, KKMP Demangan berkomitmen memperkuat unit usaha, memperluas kemitraan strategis, serta menjaga kepercayaan demi mendorong pertumbuhan koperasi semakin berkelanjutan bersama masyarakat. (waw)






