Kementerian Ekraf dan ABPEDNAS Perkuat Sinergi Kembangkan Desa Kreatif di Indonesia

Rabu, 5 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Senin (3/8). Pertemuan tersebut membahas sinergi pengembangan ekonomi kreatif berbasis desa melalui Program Desa Kreatif, pemetaan potensi ekonomi kreatif desa, serta kolaborasi kelembagaan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di daerah.

Menteri Ekraf menjelaskan bahwa pengembangan desa merupakan salah satu prioritas pemerintah sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan dari desa. Untuk mewujudkannya, Kementerian Ekraf menjalankan Program Pengembangan Desa Kreatif yang mengintegrasikan berbagai intervensi lintas direktorat guna mempercepat pengembangan desa berbasis ekonomi kreatif. Program ini dilaksanakan secara bertahap, mulai dari desa kategori rintisan, produktif, berdaya, hingga mandiri, sesuai potensi masing-masing desa pada 21 subsektor ekonomi kreatif.

“Seluruh intervensi kementerian dan lembaga yang menyasar desa perlu saling terhubung. Desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif akan kita dorong dan kembangkan bersama. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku ekonomi kreatif, tetapi juga memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru di desa,” ujar Menteri Ekraf.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menjajaki kolaborasi dalam kurasi desa kreatif, pemanfaatan karya peserta Program Film Jaga Desa, serta optimalisasi jaringan ABPEDNAS untuk mendukung pendataan potensi ekonomi kreatif desa. Program Aktivasi Desa Kreatif akan mendampingi desa melalui penguatan kapasitas, pengembangan produk, fasilitasi kekayaan intelektual, akses pembiayaan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi sesuai karakteristik masing-masing desa.

“Kita ingin mempercepat pengembangan desa yang telah memiliki potensi ekonomi kreatif agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran. Kolaborasi dengan ABPEDNAS menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui jejaring BPD yang telah terbentuk di berbagai daerah,” tutup Menteri Ekraf.

Sekretaris Jenderal ABPEDNAS, Adhitya Yusma Perdana, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan desa kreatif melalui jaringan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang telah tersebar di 37 provinsi, 398 kabupaten/kota, dan 25.191 desa. Menurutnya, jejaring tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat.

“Kami siap menjadi mitra Kementerian Ekraf dalam mengidentifikasi dan mengkurasi desa yang memiliki potensi ekonomi kreatif melalui jaringan BPD yang telah kami miliki. Banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi ekonomi kreatif, termasuk pengolahan sampah menjadi produk bernilai tambah, kriya, seni, maupun berbagai potensi lokal lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” kata Adhitya.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Kementerian Ekraf dan ABPEDNAS dalam mengembangkan ekonomi kreatif berbasis desa. Kolaborasi ini akan memperluas jangkauan Program Desa Kreatif melalui pemanfaatan jejaring BPD untuk mendukung identifikasi potensi dan pengembangan desa kreatif di berbagai daerah.

Turut mendampingi Menteri Ekraf dalam audiensi tersebut, Direktur Fasilitasi Infrastruktur Ekonomi Kreatif Fahmy Akmal. (gla)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong
Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali
Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif
Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing
Jenguk Wali Nanggroe di Penang, Mendagri Sampaikan Salam Hangat dari Presiden
Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Manfaatkan APKASI Otonomi Expo 2026 untuk Tarik Investasi
Evaluasi Dana Otsus Tahap II, Wamendagri Ribka Haluk Desak Pemda Percepat Penyaluran

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Mirza: Hilirisasi Komoditas Harus Dimulai dari Desa

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:36 WIB

Sumatera Selatan

AMKI Lahat Dilantik, Tekankan Kolaborasi Media dan Pemerintah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:58 WIB

Foto Guru Besar UMY bidang Ilmu Sosiologi, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

Yogyakarta

RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:18 WIB