Kemnaker Fokuskan Empat Pilar Strategis Ketenagakerjaan Hadapi Transformasi Kerja 2026

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan komitmen Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam memperkuat transformasi ekosistem ketenagakerjaan nasional melalui empat pilar strategis prioritas tahun 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjawab kesenjangan kompetensi dan perubahan dunia kerja akibat perkembangan teknologi.

Afriansyah mengatakan, Indonesia saat ini tidak hanya menyiapkan tenaga kerja, tetapi juga membangun fondasi SDM masa depan yang adaptif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perubahan global.

“Transformasi digital telah mengubah wajah ketenagakerjaan secara fundamental. Meski pekerjaan konvensional bergeser, peluang baru berbasis kreativitas dan teknologi terbuka lebar. Kita membutuhkan talenta yang tidak hanya menunggu lowongan pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan nilai dan inovasi baru,” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada Examination Authority (EXOT) 2026 SMP-SMA Al-Wildan Islamic School Jakarta, Minggu (10/5/2026).

Empat pilar strategis prioritas Kemnaker tahun 2026 meliputi:

Pertama, Pusat Pelatihan Vokasi yang difokuskan pada program skilling dan reskilling guna menjawab kesenjangan kompetensi serta menyiapkan SDM sesuai kebutuhan industri masa depan.

Kedua, Talent & Innovation Hub (TIH) yang berperan sebagai inkubator strategis nasional untuk mentransformasikan ide kreatif menjadi produk komersial dan melahirkan inovator baru.

Ketiga, Pelatihan dan Penempatan Disabilitas sebagai wujud komitmen nyata dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan setara bagi seluruh warga negara.

Keempat, Labor Productivity Clinics sebagai instrumen untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing perusahaan nasional di tingkat global.

Afriansyah menegaskan, keempat pilar tersebut akan terintegrasi menjadi ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif, inklusif, dan produktif guna mendukung penguatan daya saing nasional. Ia meyakini kesiapan SDM di sektor ekonomi kreatif akan menjadi fondasi penting menuju kemandirian ekonomi nasional.

“Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila ekonomi kreatif menjadi pilar pembangunan. Kemandirian ekonomi inilah yang akan membawa Indonesia menjadi bangsa maju dan berdaya saing global,” pungkasnya.(lsi)

Sumber : Biro Humas Kemnaker

Berita Terkait

SMSI Anugerahkan Penghargaan 2026 untuk Tokoh Inspiratif Dunia Pers
Perkuat Budaya Antikorupsi, Andra Soni Fokus Tingkatkan Integritas ASN
Cooling System untuk Menjaga Keteraturan Sosial di Masa Suhu Politik yang Memanas
Lanud Halim Perdanakusuma Perkuat Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Waduk
Korea Selatan Anugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Kepala BPJPH
BARA JP Bantah Narasi Keretakan Jokowi, Prabowo, dan Dasco di Tengah Polemik Politik
SIM Hanya Diterbitkan oleh Polri, Warga Diminta Waspada Dokumen Palsu
Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 09:20 WIB

Perkuat Budaya Antikorupsi, Andra Soni Fokus Tingkatkan Integritas ASN

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:57 WIB

Cooling System untuk Menjaga Keteraturan Sosial di Masa Suhu Politik yang Memanas

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:41 WIB

Lanud Halim Perdanakusuma Perkuat Mitigasi Bencana dengan Normalisasi Waduk

Selasa, 16 Juni 2026 - 14:30 WIB

Korea Selatan Anugerahkan Gelar Profesor Emeritus kepada Kepala BPJPH

Selasa, 16 Juni 2026 - 07:54 WIB

BARA JP Bantah Narasi Keretakan Jokowi, Prabowo, dan Dasco di Tengah Polemik Politik

Berita Terbaru