Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia: Meski Berasal dari Besan KDM,Komjen Pol. Karyoto Dipandang sebagai Sosok Profesional yang Mengabdi untuk Negeri

Selasa, 21 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia, Bima Amsterdam, menyatakan bahwa sosok Komjen Pol. Drs. Karyoto, S.I.K., M.H. layak mendapat apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Menurutnya, rekam jejak, integritas, dan profesionalisme harus menjadi ukuran utama dalam menilai seorang calon pemimpin Polri, bukan latar belakang keluarga atau kedekatan dengan tokoh tertentu.

“Komjen Pol. Karyoto merupakan figur yang telah lama mengabdikan diri di institusi Polri. Pengalaman, kapasitas kepemimpinan, serta komitmennya dalam menjalankan tugas merupakan modal penting untuk membawa Polri semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” ujar Bima Amsterdam dalam keterangannya, Selasa.

Bima menilai bahwa berbagai pandangan yang mengaitkan Komjen Karyoto dengan hubungan keluarga atau kedekatan dengan figur publik tidak semestinya mengaburkan penilaian terhadap rekam jejak dan kinerjanya.

“Meski berasal dari besan Kang Dedi Mulyadi (KDM), hal itu tidak boleh menjadi dasar utama penilaian. Yang harus dilihat adalah integritas, kompetensi, dan dedikasinya selama mengabdi kepada negara. Jabatan publik harus dinilai berdasarkan merit dan prestasi,” tegasnya.

Ia juga berharap proses penentuan Kapolri tetap mengedepankan prinsip objektivitas, profesionalisme, dan kepentingan nasional, sehingga sosok yang terpilih benar-benar mampu memperkuat reformasi institusi Polri serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Siapa pun yang dipercaya menjadi Kapolri harus mampu menjaga marwah institusi, menegakkan hukum secara adil, serta menjadi pemimpin yang mengayomi seluruh elemen masyarakat. Komjen Pol. Karyoto memiliki pengalaman panjang yang patut menjadi salah satu pertimbangan,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Bima mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati proses yang berjalan sesuai ketentuan konstitusi serta mengedepankan persatuan.

“Kita harus memberikan ruang bagi proses yang objektif dan menghindari narasi yang memecah belah. Yang terpenting adalah Polri dipimpin oleh figur yang profesional, berintegritas, dan memiliki semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” pungkasnya.(*)

Berita Terkait

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ
IJP Dr Susilo Teguh R M. M.Si, Membuka Paneran Kartun Bertajuk Indonesia Ha Ha Hi Hi
Keamanan yang Memberi Rasa Aman
Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum
PN Jakarta Utara Gelar Sidang Perdana Praperadilan Kasus Gas Portable, LBH Peradi Profesional Ajukan Keberatan
Rakernas dan HUT ke 13 ASPRUMNAS, Bidik Bangun 50.000 Unit Rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah
REKRUTMEN PEJABAT TIDAK BERBASIS KOMPETENSI DAN AKHLAKUL KARIMAH
Presiden ASTAF Datuk Halim Halim Kader Apresiasi Wasit Indone-sia, Sebut Siap Bersaing di Level Internasional

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:21 WIB

Ketua Umum Pemuda Peduli Indonesia: Meski Berasal dari Besan KDM,Komjen Pol. Karyoto Dipandang sebagai Sosok Profesional yang Mengabdi untuk Negeri

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:51 WIB

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:45 WIB

IJP Dr Susilo Teguh R M. M.Si, Membuka Paneran Kartun Bertajuk Indonesia Ha Ha Hi Hi

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:11 WIB

Keamanan yang Memberi Rasa Aman

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:40 WIB

Guru Besar Ilmu Politik Sebut Presiden Prabowo Tegak Lurus pada Konstitusi, Tidak Ada Ruang untuk Intervensi Hukum

Berita Terbaru

Komjen Pol. Prof. Dr. Cryshnanda Dwilaksana (Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian). (Foto Ist).

Jakarta

Konsep Konsep Penting dan Mendasar dalam Penyusunan UULLAJ

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:51 WIB