‎Forum Inklusi Muhammadiyah Dorong Kemandirian Akar Rumput dan Solidaritas Ramadan

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar kegiatan bertajuk Forum Inklusi Sosial: Pengajian dan Pembagian Kado Ramadan di Gedung AR Fachruddin Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ahad (8/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan sekaligus penguatan jaringan pemberdayaan masyarakat akar rumput.

Forum tersebut juga diwarnai suasana kebersamaan dengan pembagian kado Ramadan menjelang Idul Fitri.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin, menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri sekitar 600 peserta dari berbagai kelompok dampingan.

Mereka berasal dari 11 kluster masyarakat marginal yang selama ini mendapatkan pendampingan Muhammadiyah.

“Peserta yang hadir berasal dari beragam latar belakang, mulai dari kelompok difabel, pedagang asongan, pemulung, petani, nelayan hingga kelompok miskin kota lainnya,” ujar Nurul Yamin dalam sambutannya.

Menurutnya, agenda ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari strategi pemberdayaan berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama program pendampingan adalah membangun kemandirian masyarakat.

“Kami ingin para dampingan tidak terus-menerus menjadi mustahik.

Harapannya mereka bisa bertransformasi menjadi kelompok yang mandiri, bahkan menjadi muzakki yang mampu berbagi kepada sesama,” katanya.

Ia menambahkan, sebagian dampingan kini sudah mulai menyalurkan zakat dan sedekah melalui Lazismu PP Muhammadiyah.

Lebih jauh, Nurul Yamin juga memaparkan berbagai program pemberdayaan yang telah menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

“Di NTT, kami menghadirkan fasilitas air bersih di Desa Triuk, Kabupaten Timor Tengah Selatan, yang kini dimanfaatkan sekitar 600 warga.

‎”Sementara di Papua Barat, kami mendampingi Suku Kokoda di Sorong hingga mampu bertransformasi dari kehidupan nomaden menjadi kampung modern yang berkemajuan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, seperti UMY, Lazismu, Danone, Maybank Syariah, Zurich Syariah, UNISA, UAD, ICMI, hingga Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah.

“Semangat inklusivitas harus terus dirawat agar kelompok marginal semakin berdaya dan berkontribusi bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

Dirbinmas Polda DIY Apresiasi STAK Perkuat Aksi Sosial dan Keamanan
‎Pekan Frankofoni 2026 Semarak, Budaya Dunia Ramaikan Indonesia
Viral Pelajar SMP Diduga Mesum di Kali Code Tuai Kecaman
‎Liburan Nyaris Berujung Tragis, Tiga Wisatawan Diseret Arus Pantai
Sekolah Lansia Yogyakarta Kembali Aktif Dorong Lansia Sehat Mandiri Produktif
‎Penyuluhan Hukum Korem 072 Pamungkas, Prajurit Diingatkan Bijak Bermedsos
Petugas TPR Parangtritis Disindir Wisatawan, Meski Retribusi Dihapus
Hasto Wardoyo: Gotong Royong Jadi Solusi Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 12:17 WIB

Dirbinmas Polda DIY Apresiasi STAK Perkuat Aksi Sosial dan Keamanan

Selasa, 14 April 2026 - 10:47 WIB

‎Pekan Frankofoni 2026 Semarak, Budaya Dunia Ramaikan Indonesia

Selasa, 14 April 2026 - 07:56 WIB

Viral Pelajar SMP Diduga Mesum di Kali Code Tuai Kecaman

Selasa, 14 April 2026 - 07:48 WIB

‎Liburan Nyaris Berujung Tragis, Tiga Wisatawan Diseret Arus Pantai

Senin, 13 April 2026 - 15:32 WIB

Sekolah Lansia Yogyakarta Kembali Aktif Dorong Lansia Sehat Mandiri Produktif

Berita Terbaru