Pakar UMY: Pedestrianisasi Malioboro Perlu Kajian Menyeluruh

Minggu, 14 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sakir Ridho Wijaya (Dok UMY)

Sakir Ridho Wijaya (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Uji coba pedestrianisasi Jalan Malioboro yang dilaksanakan Pemerintah Kota Yogyakarta pada 1–2 Desember memantik beragam respons dari masyarakat. Kebijakan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki dan wisatawan itu dinilai masih membutuhkan evaluasi menyeluruh agar tidak menimbulkan dampak lanjutan bagi warga yang menggantungkan penghidupan di kawasan tersebut.

Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sekaligus pakar kebijakan pariwisata berkelanjutan, Sakir Ridho Wijaya, menilai langkah Pemkot patut diapresiasi dari sisi penataan ruang dan orientasi pada wisata ramah pejalan kaki. Namun, kebijakan itu tidak boleh mengabaikan keberlangsungan ekonomi kelompok lokal, seperti pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), pedagang kaki lima (PKL), serta petugas parkir.

Menurut Sakir, relokasi PKL harus disertai penyediaan lokasi pengganti yang setara, baik dari sisi akses pengunjung maupun fasilitas penunjang. Tanpa itu, kebijakan justru berpotensi menurunkan pendapatan para pelaku usaha kecil di Malioboro. “Jika lokasi pengganti tidak sepadan, dampaknya bisa langsung dirasakan pada ekonomi keluarga mereka,” ujarnya, Jumat (12/12), di Gedung AR. Fachruddin A UMY.

Persoalan lain yang disoroti adalah ketersediaan kantong parkir. Pembatasan kendaraan di kawasan Malioboro, terutama setelah dibongkarnya area parkir Abu Bakar Ali, menimbulkan kebingungan bagi wisatawan sekaligus memukul pendapatan petugas parkir. Kondisi ini, menurut Sakir, seharusnya telah diantisipasi dengan perencanaan yang matang.

Ia mempertanyakan kesiapan skenario alternatif yang disusun pemerintah sebelum uji coba dilakukan. “Apakah sudah ada kantong parkir pengganti yang benar-benar siap dan terintegrasi? Ini penting agar kebijakan tidak menimbulkan persoalan baru,” katanya.

Banyaknya keluhan dari warga dan wisatawan selama masa uji coba, lanjut Sakir, menjadi sinyal bahwa perencanaan dan komunikasi kebijakan belum optimal. Ia menekankan perlunya dialog yang intensif antara pemerintah daerah dan kelompok terdampak agar setiap kebijakan publik memiliki dasar kajian yang kuat dan diterima masyarakat.

“Uji coba seharusnya menjadi ruang pembelajaran. Dengan kajian yang komprehensif dan komunikasi yang terbuka, dampak negatif bisa ditekan sejak awal,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

UMY: Standar Mutu Pendidikan Dokter Spesialis Lampaui Ketentuan Nasional
UMY Masuk 15 Besar Nasional, Peta Persaingan Kampus Indonesia Kian Dinamis
UMY Masuki Tahap Krusial PPDS, Kurikulum Jadi Fondasi Pendidikan Dokter Spesialis
UMY Buka 10 Program Dokter Spesialis, Perkuat Pasokan Tenaga Medis Nasional
AI Ubah Wajah Rekayasa Otomotif, Dosen UMY Tekankan Peran Insinyur Berbasis Data
Child Grooming Kerap Menyamar, Psikolog UMY Ingatkan Pola Manipulasi Emosional
Limbah Tempurung Kelapa UMY Tembus Pasar Global, Diminati Eropa–Asia
UMY: Keprotokolan Seni Etika dan Komunikasi Penjaga Martabat Bangsa

Berita Terkait

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:36 WIB

UMY: Standar Mutu Pendidikan Dokter Spesialis Lampaui Ketentuan Nasional

Senin, 26 Januari 2026 - 16:55 WIB

UMY Masuk 15 Besar Nasional, Peta Persaingan Kampus Indonesia Kian Dinamis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:56 WIB

UMY Masuki Tahap Krusial PPDS, Kurikulum Jadi Fondasi Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:45 WIB

UMY Buka 10 Program Dokter Spesialis, Perkuat Pasokan Tenaga Medis Nasional

Selasa, 20 Januari 2026 - 11:00 WIB

AI Ubah Wajah Rekayasa Otomotif, Dosen UMY Tekankan Peran Insinyur Berbasis Data

Berita Terbaru

Banten

Penghormatan Resmi untuk Ketua PT Banten yang Purna Tugas

Selasa, 27 Jan 2026 - 23:14 WIB