Penguatan Tata Kelola Desa Didorong Lewat Sinergi IAI DIY dan UMY

Minggu, 30 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar dan workshop rumuskan langkah konkret untuk koperasi dan BUMDes

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Upaya memperkuat tata kelola lembaga ekonomi desa kembali mengemuka melalui kolaborasi antara Ikatan Akuntan Indonesia Wilayah DI Yogyakarta (IAI DIY) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sinergi ini tidak hanya menitikberatkan pada peningkatan kapasitas teknis Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes, tetapi juga pembangunan ekosistem kolaboratif yang mendorong penguatan ekonomi rakyat.

Gagasan tersebut diangkat dalam Seminar dan Workshop “Tata Kelola dan Sinkronisasi Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” yang berlangsung Sabtu (29/11) di Kampus Terpadu UMY. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi akuntansi, perangkat desa, serta para penggerak ekonomi lokal.

Dekan FEB UMY, Meika Kurnia Puji Rahayu, menegaskan bahwa keberadaan BUMDes dan koperasi desa kini menjadi perhatian banyak kalangan, tidak hanya akuntan. Menurut Meika, kedua lembaga itu memegang peranan strategis dalam membuka lapangan kerja, memperluas partisipasi warga, serta memperkuat ekonomi desa.
“Potensi besar tersebut hanya dapat diwujudkan apabila tata kelolanya sehat, akuntabel, transparan, dan tersinkronisasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi ini tidak berhenti pada tataran seremonial. UMY dan IAI DIY, menurut Meika, telah menyiapkan berbagai program tindak lanjut, mulai dari pendampingan dan pelatihan, peningkatan kualitas pelaporan keuangan, hingga pengembangan model bisnis yang berkelanjutan.

Komitmen kerja sama tersebut ditegaskan melalui penandatanganan Memorandum of Action antara kedua lembaga sebagai langkah awal membangun tata kelola profesional di tingkat desa.

Ketua IAI Wilayah DIY, Hardo Basuki, menyampaikan bahwa rangkaian seminar dan workshop ini dirancang untuk menghasilkan kerangka penguatan yang aplikatif. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai ruang bersama dalam merumuskan strategi konkret bagi penguatan sektor publik berbasis desa.
“Forum ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi praktis serta model kolaborasi yang bisa digunakan perangkat pendamping, pelaku ekonomi desa, dan pemerintah desa,” ujarnya.

Hardo menambahkan bahwa kolaborasi akademik dan profesi akuntansi semacam ini penting untuk mendorong arah baru tata kelola ekonomi desa yang lebih transparan dan berkelanjutan, sekaligus menjawab kebutuhan penguatan kelembagaan di tingkat akar rumput. (ihd)

Berita Terkait

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat
25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 
Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:52 WIB

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:53 WIB

UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Berita Terbaru