Presiden Prabowo Dorong Penanganan Sampah Lewat Teknologi Pengolah Energi Listrik

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Jakarta – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan komitmennya mendukung percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di daerah. Dukungan tersebut disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah (Pemda) dan Danantara terkait percepatan pembangunan PSEL.

Bima mengatakan, Kemendagri akan mengawal pelaksanaan program tersebut agar berbagai kendala di daerah dapat segera diselesaikan. Pendampingan akan mencakup kesiapan lahan, pengangkutan sampah, aspek lingkungan, maupun kebutuhan lainnya.

“Insyaallah Kemendagri akan mengawal mulai dari masalah lahan, volume sampah yang diangkut, lingkungan dan lainnya sesuai dengan perintah Pak Mendagri,” ujar Bima di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, Presiden Prabowo Subianto memberi perhatian besar terhadap penyelesaian masalah sampah di Indonesia. “Oleh karena itu, kita harus segera menyelesaikan permasalahan sampah yang sejak lama menjadi beban lingkungan, polusi tanah, air, udara, mengancam kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 mengamanatkan pentingnya percepatan penanganan sampah. Karena itu, tumpukan sampah di sejumlah daerah akan diolah menjadi energi listrik melalui teknologi modern yang aman dan telah diterapkan di berbagai negara.

Ia menyebutkan, program tersebut menargetkan 25 lokasi yang mencakup 62 kabupaten/kota. Pada tahap awal, program ini menyasar daerah yang masuk dalam kategori darurat sampah.

Adapun dalam kesempatan tersebut, penandatanganan kesepakatan bersama dilakukan oleh sejumlah Pemda di enam lokasi. Daerah tersebut mencakup Serang Raya, Semarang Raya, Kabupaten Bekasi, Bogor Raya, Medan Raya, dan Lampung Raya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria, serta sejumlah gubernur maupun bupati/wali kota yang melakukan penandatanganan.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Hibah Antardaerah Ditarget Tuntas Pekan Depan, Kasatgas PRR Tekankan Urgensi Pemulihan
Penanganan Pascabencana, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Penyaluran Tambahan TKD
Pemerintah dan Danantara Perkuat Sinergi untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur
Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Soroti Peran Strategis Pertanahan
Kemendagri Desak Pemda Papua Tuntaskan Rencana Anggaran Dana Otsus dan Infrastruktur 2026
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Nasionalisme di Kalangan Mahasiswa
Kasatgas PRR: Pemulihan Pascabencana Harus Hadirkan Harapan bagi Penyintas
Menteri Ekraf Siapkan Tiga Program Strategis 2027 untuk Transformasi Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:56 WIB

Hibah Antardaerah Ditarget Tuntas Pekan Depan, Kasatgas PRR Tekankan Urgensi Pemulihan

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:47 WIB

Penanganan Pascabencana, Kasatgas Tito Tekankan Percepatan Penyaluran Tambahan TKD

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:57 WIB

Pemerintah dan Danantara Perkuat Sinergi untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:41 WIB

Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN Soroti Peran Strategis Pertanahan

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:47 WIB

Kemendagri Desak Pemda Papua Tuntaskan Rencana Anggaran Dana Otsus dan Infrastruktur 2026

Berita Terbaru