Kemenag Bekali Calon Pengantin, Pernikahan Perlu Komunikasi dan Saling Menjaga

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, sedang memberikan bimbingan perkawinan kepada pasangan calon pengantin. (Humas Kemenag)

Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, sedang memberikan bimbingan perkawinan kepada pasangan calon pengantin. (Humas Kemenag)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan menyatukan dua karakter, kebiasaan, dan cara pandang yang tidak selalu sama. Karena itu, kemampuan saling memahami, menjaga kehormatan, dan berkomunikasi menjadi bekal penting bagi calon pasangan suami istri.

Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, saat mendampingi sepasang calon pengantin dalam Bimbingan Perkawinan (Binwin). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama membekali calon pengantin agar lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga dan membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.

Dalam bimbingan tersebut, Asrofi menyampaikan materi ”Pasangan Suami Istri Bagai Pakaian yang Saling Menutupi dan Melengkapi”. Perumpamaan itu merujuk pada pesan Al Quran mengenai hubungan suami dan istri yang saling membutuhkan, menjaga, melindungi, dan menjadi tempat kembali satu sama lain.

Menurut Asrofi, sebagaimana pakaian berfungsi menutup tubuh dan menjaga kehormatan, suami dan istri juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekurangan serta aib pasangannya. Persoalan dalam rumah tangga semestinya diselesaikan bersama, bukan justru menjadi bahan untuk mempermalukan pasangan.

”Pasangan adalah pakaian bagi pasangannya. Artinya, suami dan istri harus mampu saling menutupi kekurangan, saling menjaga kehormatan, sekaligus saling melengkapi dalam menjalani kehidupan rumah tangga,” ujar Asrofi.

Ia mengingatkan, kehidupan rumah tangga tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Perbedaan karakter, kebiasaan, hingga cara pandang merupakan bagian dari dinamika yang akan dihadapi pasangan.

Dalam kondisi demikian, komunikasi menjadi salah satu kunci. Pasangan perlu membiasakan diri untuk saling mendengarkan, memahami, dan menghargai. Persoalan yang muncul juga perlu dibicarakan melalui musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik yang mengikis keharmonisan keluarga.

Bagi Kementerian Agama, bimbingan perkawinan tidak berhenti pada pemberian pengetahuan kepada calon pengantin. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa pernikahan merupakan ibadah sekaligus amanah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.

Melalui Binwin, calon pengantin diajak memahami bahwa rumah tangga merupakan tempat bagi pasangan untuk tumbuh bersama. Kekurangan tidak dijadikan alasan untuk saling menjauh, sementara kelebihan menjadi kekuatan untuk saling menguatkan.

Asrofi pun mengajak calon pengantin menjadikan kehidupan keluarga sebagai ruang untuk menghadirkan ketenteraman, kasih sayang, dan kebaikan secara bersama-sama.

”Jadilah pasangan yang saling menutupi kekurangan, melengkapi kelebihan, dan bersama-sama menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” katanya. (ihd)

Berita Terkait

Anggaran BNPB Turun, Pakar UMY Ingatkan Mitigasi Bencana Jangan Dikurangi
Mahasiswa Asing Ikuti Mataf UMY, Rasakan Kesan Pertama di Lingkungan Kampus
Sungai Code Kotor, Bendung Mergangsan Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Warga
Kualitas Kampus Tak Hanya Ditentukan Status Negeri atau Swasta
Desil Berubah, Pemkot Yogyakarta Jaga Warga Tetap Dapat Jaminan Kesehatan
475 Santri Ikuti FASI XIII Umbulharjo, Asah Bakat dan Kecintaan terhadap Alquran
Polresta Yogyakarta Imbau Warga di Sekitar Gunung Api Waspada dan Siapkan Tas Siaga
Jogja Pertahankan Status Bebas Rabies, 3.000 Dosis Vaksin Ditebar untuk Kucing dan Anjing

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 13:40 WIB

Anggaran BNPB Turun, Pakar UMY Ingatkan Mitigasi Bencana Jangan Dikurangi

Selasa, 8 September 2026 - 12:28 WIB

Kemenag Bekali Calon Pengantin, Pernikahan Perlu Komunikasi dan Saling Menjaga

Senin, 7 September 2026 - 17:02 WIB

Mahasiswa Asing Ikuti Mataf UMY, Rasakan Kesan Pertama di Lingkungan Kampus

Senin, 7 September 2026 - 15:02 WIB

Sungai Code Kotor, Bendung Mergangsan Dibidik Jadi Pusat Ekonomi Warga

Senin, 7 September 2026 - 15:01 WIB

Kualitas Kampus Tak Hanya Ditentukan Status Negeri atau Swasta

Berita Terbaru

Banten

Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polda Banten Gelar Syukuran

Selasa, 8 Sep 2026 - 15:09 WIB