JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, melainkan menyatukan dua karakter, kebiasaan, dan cara pandang yang tidak selalu sama. Karena itu, kemampuan saling memahami, menjaga kehormatan, dan berkomunikasi menjadi bekal penting bagi calon pasangan suami istri.
Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, saat mendampingi sepasang calon pengantin dalam Bimbingan Perkawinan (Binwin). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama membekali calon pengantin agar lebih siap menjalani kehidupan rumah tangga dan membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Dalam bimbingan tersebut, Asrofi menyampaikan materi ”Pasangan Suami Istri Bagai Pakaian yang Saling Menutupi dan Melengkapi”. Perumpamaan itu merujuk pada pesan Al Quran mengenai hubungan suami dan istri yang saling membutuhkan, menjaga, melindungi, dan menjadi tempat kembali satu sama lain.
Menurut Asrofi, sebagaimana pakaian berfungsi menutup tubuh dan menjaga kehormatan, suami dan istri juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kekurangan serta aib pasangannya. Persoalan dalam rumah tangga semestinya diselesaikan bersama, bukan justru menjadi bahan untuk mempermalukan pasangan.
”Pasangan adalah pakaian bagi pasangannya. Artinya, suami dan istri harus mampu saling menutupi kekurangan, saling menjaga kehormatan, sekaligus saling melengkapi dalam menjalani kehidupan rumah tangga,” ujar Asrofi.
Ia mengingatkan, kehidupan rumah tangga tidak selalu berlangsung dalam kondisi ideal. Perbedaan karakter, kebiasaan, hingga cara pandang merupakan bagian dari dinamika yang akan dihadapi pasangan.
Dalam kondisi demikian, komunikasi menjadi salah satu kunci. Pasangan perlu membiasakan diri untuk saling mendengarkan, memahami, dan menghargai. Persoalan yang muncul juga perlu dibicarakan melalui musyawarah agar tidak berkembang menjadi konflik yang mengikis keharmonisan keluarga.
Bagi Kementerian Agama, bimbingan perkawinan tidak berhenti pada pemberian pengetahuan kepada calon pengantin. Kegiatan ini juga diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa pernikahan merupakan ibadah sekaligus amanah yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin.
Melalui Binwin, calon pengantin diajak memahami bahwa rumah tangga merupakan tempat bagi pasangan untuk tumbuh bersama. Kekurangan tidak dijadikan alasan untuk saling menjauh, sementara kelebihan menjadi kekuatan untuk saling menguatkan.
Asrofi pun mengajak calon pengantin menjadikan kehidupan keluarga sebagai ruang untuk menghadirkan ketenteraman, kasih sayang, dan kebaikan secara bersama-sama.
”Jadilah pasangan yang saling menutupi kekurangan, melengkapi kelebihan, dan bersama-sama menuju keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah,” katanya. (ihd)






