Abu Anak Krakatau Belum Reda, Sekolah di Lebak Kembali Belajar dari Rumah

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pembelajaran jarak jauh melalui laptop di rumah penduduk di daerah Lebak. (Jennus/Ihade)

Aktivitas pembelajaran jarak jauh melalui laptop di rumah penduduk di daerah Lebak. (Jennus/Ihade)

JOGJAOKE.COM, Lebak — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang masih terjadi di wilayah Banten membuat aktivitas pendidikan di Kabupaten Lebak belum dapat kembali normal. Pemerintah Kabupaten Lebak memperpanjang pembelajaran jarak jauh hingga Rabu (9/9/2026) untuk melindungi siswa dan tenaga pendidikan dari paparan abu vulkanik.

Kebijakan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak itu berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Dodi Irawan mengatakan, keputusan memperpanjang PJJ diambil dengan mempertimbangkan kondisi sebaran abu vulkanik yang masih berlangsung.

“PJJ kami perpanjang guna mengutamakan kesehatan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan anak dari dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau,” kata Dodi di Lebak, Selasa (8/9/2026).

Selama PJJ, siswa dapat mengikuti pembelajaran dari rumah, melalui kelompok belajar, maupun secara daring. Dinas Pendidikan juga meminta kepala sekolah memastikan kegiatan belajar tetap berjalan sesuai kondisi masing-masing satuan pendidikan.

Dodi mengatakan, peran orangtua menjadi penting selama pembelajaran berlangsung dari rumah. Orangtua diharapkan mendampingi dan mengawasi anak agar tetap mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak berada di sekolah.

Selain mengatur kegiatan pembelajaran, Dinas Pendidikan mengingatkan siswa dan tenaga pendidik untuk meningkatkan perlindungan diri dari paparan abu vulkanik. Mereka diminta menggunakan masker dan kacamata ketika harus keluar rumah.

Penggunaan perlindungan tersebut ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan serta iritasi mata akibat abu vulkanik.

Dampak erupsi juga dirasakan langsung oleh siswa. Yusuf dan Alisa, siswa SD Al Furqon Rangkasbitung, misalnya, harus mengikuti kegiatan belajar secara daring.

“Kami sudah dua hari terakhir ini proses pembelajaran secara online akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” ujar Yusuf.

Perpanjangan PJJ menunjukkan bahwa aktivitas pendidikan di Lebak masih menyesuaikan dengan perkembangan kondisi erupsi. Pemerintah daerah menempatkan aspek kesehatan dan keselamatan warga sekolah sebagai pertimbangan utama sebelum pembelajaran tatap muka kembali dilakukan. (ihd)

Berita Terkait

Mendagri Dorong Penguatan Integrasi Wilayah untuk Pacu Ekonomi Sumatera
Polda Banten-Basarnas Kerahkan Tim Cari Rombongan Jurnalis di Selat Sunda
Dana Otsus Tahap II Tersendat, Wamendagri Ribka Tagih Komitmen 26 Pemda Papua
Mendagri Instruksikan Pemda Percepat Penanganan Bencana dan Penuhi Kebutuhan Warga NTT
RUU Satu Data Indonesia Didorong, Pemerintah Perkuat Integrasi Data Nasional
Maulid Nabi Jadi Momentum, Wamendagri Bima Ingatkan ASN tentang Keteladanan
Waspada! Abu Vulkanik Masih Ancam Penerbangan Usai 5 Bandara Kembali Beroperasi
Perkuat Reforma Agraria, Wamendagri Bima Tekankan Peran Strategis Pemda

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:38 WIB

Mendagri Dorong Penguatan Integrasi Wilayah untuk Pacu Ekonomi Sumatera

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Polda Banten-Basarnas Kerahkan Tim Cari Rombongan Jurnalis di Selat Sunda

Rabu, 9 September 2026 - 07:48 WIB

Dana Otsus Tahap II Tersendat, Wamendagri Ribka Tagih Komitmen 26 Pemda Papua

Selasa, 8 September 2026 - 20:43 WIB

Mendagri Instruksikan Pemda Percepat Penanganan Bencana dan Penuhi Kebutuhan Warga NTT

Selasa, 8 September 2026 - 20:33 WIB

RUU Satu Data Indonesia Didorong, Pemerintah Perkuat Integrasi Data Nasional

Berita Terbaru

Bandung

KDS Tegaskan Perizinan Bukan Hanya Tanggung Jawab Pemda

Rabu, 9 Sep 2026 - 16:05 WIB