Pemkot Jogja Perkuat Sekolah Sehat Jiwa, Cegah Bullying dan Depresi Remaja

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tahun 2025, kegiatan orientasi Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) digelar di empat sekolah di Yogyakarta dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), guru usaha kesehatan sekolah (UKS), serta perwakilan siswa. (Dok Pemkot)

Tahun 2025, kegiatan orientasi Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) digelar di empat sekolah di Yogyakarta dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), guru usaha kesehatan sekolah (UKS), serta perwakilan siswa. (Dok Pemkot)

JOGJAOKE.COM, Umbulharjo – Pemerintah Kota Yogyakarta memperluas pelaksanaan program Sekolah Sehat Jiwa (SSJ) sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan peduli terhadap kesehatan mental. Tahun 2025, kegiatan orientasi SSJ digelar di empat sekolah dengan melibatkan guru bimbingan konseling (BK), guru usaha kesehatan sekolah (UKS), serta perwakilan siswa.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, dr. Iva Kusdyarini, menjelaskan bahwa SSJ merupakan implementasi dari Peraturan Wali Kota Yogyakarta Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Upaya Kesehatan Jiwa 2024–2028.
“Melalui program ini, guru dan siswa dibekali pengetahuan dasar kesehatan jiwa, keterampilan deteksi dini masalah psikologis, hingga kemampuan memberikan konseling sederhana serta melakukan rujukan ke guru BK atau psikolog puskesmas,” ujarnya, Senin (29/9/2025).

Program SSJ tahun ini menyasar SMP Negeri 8, SMP Negeri 10, SMP Kanisius Gayam, dan MTs Mu’allimat. Sebelumnya, sejak 2023, program serupa telah dilaksanakan di empat sekolah perintis, yakni SMP Negeri 3, SMP Negeri 7, SMP Taman Dewasa Jetis, dan SMP Bopkri 3. Orientasi SSJ 2025 berlangsung 8–11 September dengan peserta 42 orang yang terdiri atas guru dan siswa.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinas Kesehatan, Lana Unwanah, menambahkan SSJ dijalankan melalui dua pendekatan. Pertama, pelatihan guru dan siswa yang berperan sebagai agen teman sebaya dalam mendeteksi dan merespons masalah psikologis. Kedua, penguatan peran guru UKS, guru BK, dan jejaring puskesmas dalam upaya pencegahan serta penanganan awal.

“Dengan adanya program ini, sekolah diharapkan menjadi tempat belajar yang sehat dan responsif terhadap kesehatan jiwa siswa, termasuk dalam mencegah perundungan (bullying) yang masih marak,” ujarnya.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, tingkat depresi remaja mencapai 2 persen, namun baru 10,4 persen yang mencari pengobatan. Melalui SSJ, Pemerintah Kota Yogyakarta berharap masalah kesehatan jiwa dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani secara tepat. (ihd)

Berita Terkait

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat
25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 
Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
Eko Suwanto Dorong Anggaran Rp120 Juta per Kelurahan di DIY untuk Percepatan Penanganan Stunting

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 10:52 WIB

UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia

Sabtu, 25 April 2026 - 22:53 WIB

UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

25 Tahun bersama UMY, Ratih Herningtyas Buktikan Dedikasi dan Komitmen Kunci Sukses 

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Berita Terbaru