Kenaikan Yesus Dimaknai Amanat Perjuangkan Keadilan dan Kedamaian Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram, Dwi Astuti

Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram, Dwi Astuti

‎JOGJAOKE.COM, SLEMAN – Peringatan Hari Kenaikan Yesus Kristus ke surga dimaknai lebih dari sekadar simbol kemuliaan rohani.

Dosen Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Widya Mataram, Dwi Astuti, menilai momentum tersebut seharusnya menjadi pengingat tentang keberlanjutan perjuangan keadilan, kedamaian, dan keberpihakan kepada sesama.

Menurut Dwi Astuti, peringatan Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh setiap hari ke-40 setelah Paskah kerap kalah gaung dibandingkan Natal maupun Paskah.

“Padahal peristiwa ini bagian penting dari rangkaian Paskah dan memiliki pesan yang sangat mendalam bagi kehidupan sosial umat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama ini gereja lebih banyak menekankan makna kenaikan Yesus sebagai bentuk kemuliaan, yakni Yesus naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah sebagaimana tertulis dalam sejumlah bagian Alkitab.

“Pemaknaan Kenaikan Yesus ke Surga sering berhenti pada peristiwa Yesus dimuliakan dan membuka jalan bagi umat-Nya. Padahal ada makna yang lebih mendalam,” kata perempuan yang akrab disapa Asti tersebut.

Asti menuturkan kehidupan Yesus sejak kelahiran hingga wafat merupakan rangkaian perjuangan panjang demi menghadirkan keadilan dan kedamaian bagi sesama.

Menurutnya, keberpihakan kepada kaum terpinggirkan, kesederhanaan hidup, hingga perlawanannya terhadap ketidakadilan menjadi pesan penting yang perlu diteruskan umat Kristiani.

“Kemuliaan Yesus tidak hadir tanpa perjuangan dan pengorbanan,” tegasnya.

Karena itu, ia berharap umat Kristiani tidak hanya memandang Kenaikan Yesus sebagai kemenangan spiritual semata, tetapi juga sebagai amanat untuk melanjutkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melanjutkan kesederhanaan, kerendahan hati, keberpihakan kepada mereka yang terpinggirkan, serta memperjuangkan keadilan adalah bagian dari makna Kenaikan Yesus ke Surga yang perlu dihidupi umat,” pungkasnya. (adr)

Berita Terkait

Pria Bawa Sajam Usai Mangkir Bayar Kencan Diamuk Massa
Rey’s Mediterranean Kitchen Guncang Palagan, Sajikan Kuliner Mewah Penuh Warna
Depok Juara PKBN MEMBERLIDI Sleman, Kader PKK Panen Apresiasi
Sopir Bus Semarang Meninggal Mendadak Usai Antar Wisatawan Gunungkidul
Dosen Farmasi UMY Ungkap Ciri-Ciri Kosmetik yang Patut Dicurigai
Isyana Sarasvati Bangkitkan Mimpi Anak Lewat Garuda di Dadaku
Jumat Berkah NHK Kayen Satukan Jamaah Lewat Sedekah dan Kebersamaan
Penggunaan Kosmetik Mengandung Rhodamin B Dapat Berdampak Fatal bagi Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:36 WIB

Pria Bawa Sajam Usai Mangkir Bayar Kencan Diamuk Massa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:29 WIB

Rey’s Mediterranean Kitchen Guncang Palagan, Sajikan Kuliner Mewah Penuh Warna

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:25 WIB

Depok Juara PKBN MEMBERLIDI Sleman, Kader PKK Panen Apresiasi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:16 WIB

Kenaikan Yesus Dimaknai Amanat Perjuangkan Keadilan dan Kedamaian Sosial

Sabtu, 16 Mei 2026 - 08:15 WIB

Dosen Farmasi UMY Ungkap Ciri-Ciri Kosmetik yang Patut Dicurigai

Berita Terbaru

Jogja

Pria Bawa Sajam Usai Mangkir Bayar Kencan Diamuk Massa

Sabtu, 16 Mei 2026 - 09:36 WIB