Menko AHY: Pembangunan Transmigrasi Harus Didukung Infrastruktur Dasar yang Kuat

Kamis, 5 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan transformasi transmigrasi menjadi instrumen strategis pembangunan nasional untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang tinggi, merata, dan berkeadilan sekaligus menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Penegasan tersebut disampaikan Menko AHY dalam Town Hall Meeting Transformasi Transmigrasi 2026, Kamis (5/2/2026), di Jakarta.

Menko AHY menekankan pembangunan transmigrasi tidak terpisahkan dari penguatan infrastruktur dasar sebagai fondasi utama pembangunan wilayah. Negara memikul tanggung jawab memastikan setiap kawasan transmigrasi memiliki kesiapan infrastruktur agar mampu tumbuh sebagai pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Kami mengemban amanah mengawal pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia, terutama infrastruktur yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional, baik di bidang pangan, energi, dan air, maupun dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” ujar Menko AHY.

Dalam forum tersebut, Menko AHY menjelaskan Kementerian Transmigrasi saat ini mengawal dua agenda besar, yaitu revitalisasi kawasan transmigrasi dan transformasi kawasan transmigrasi. Revitalisasi difokuskan pada optimalisasi kawasan eksisting melalui perbaikan infrastruktur dasar, sementara transformasi diarahkan pada peningkatan nilai tambah kawasan melalui kolaborasi dengan industri, investor, teknologi, dan off-taker.

“Berbicara tentang masa depan tidak hanya memberdayakan apa yang sudah ada, tetapi juga meningkatkan nilai dan potensi setiap kawasan transmigrasi. Transformasi ini dilakukan dengan mengawinkan potensi teknis dengan kekuatan kapital,” tegas Menko AHY.

Menko AHY menambahkan pembangunan transmigrasi perlu menjadi bagian dari strategi nasional menghadapi tantangan global, termasuk ketegangan geopolitik dan risiko perlambatan ekonomi dunia. Oleh karena itu, pembangunan tidak boleh terpusat dan harus menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar, termasuk Papua.

“Pertumbuhan ekonomi tidak boleh sepotong-sepotong. Pertumbuhan harus diikuti pemerataan dan keadilan agar tidak menyisakan lapisan masyarakat prasejahtera dan terjebak dalam kemiskinan, terlebih kemiskinan ekstrem,” pungkas Menko AHY.

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanegara, menegaskan pertumbuhan ekonomi di kawasan transmigrasi harus bersifat pro-rakyat dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal. Investasi perlu dibarengi peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar masyarakat setempat menjadi pelaku utama pembangunan.

“Yang ditekankan adalah pertumbuhan ekonomi pro-rakyat, yaitu pertumbuhan yang membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Peningkatan kapasitas, vokasi, dan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci agar masyarakat setempat dapat terserap oleh investasi yang masuk ke kawasan transmigrasi,” ujar Mentrans.

Mentrans juga menegaskan pendekatan pembangunan kawasan transmigrasi harus dimulai dari penguatan sumber daya manusia agar negara benar-benar hadir dalam setiap ekosistem ekonomi baru.

“Di kawasan ini harus lebih dulu hadir SDM unggul yang mendampingi dan membersamai masyarakat, sehingga masyarakat tidak merasa ditinggalkan dan negara benar-benar hadir dalam setiap ekosistem ekonomi baru di Indonesia,” tegasnya.

Town Hall Meeting Transformasi Transmigrasi 2026 menjadi ruang strategis untuk menyerap masukan lintas sektor sekaligus memperkuat orkestrasi kebijakan antar kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan mitra strategis, termasuk perguruan tinggi. Pemerintah berharap transformasi transmigrasi mampu melahirkan kawasan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan sebagai fondasi pembangunan Indonesia ke depan.

Turut mendampingi Menko AHY dalam kegiatan ini Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar, serta Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana dan Prasarana Permukiman. Hadir pula Staf Ahli Bidang Pembangunan Daerah, Arif Rahman; Staf Khusus Menko Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antar Lembaga, Agust Jovan Latuconsina dan Staf Khusus Menko Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra.

Kegiatan ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga, TNI–Polri, serta sivitas akademika dari sedikitnya sepuluh perguruan tinggi di Indonesia.(Ls)

Sumber : KemenkoInfra

Berita Terkait

Dari Pendidikan ke Peradaban: Merumuskan Model Universitas Kepolisian Masa Depan
Pengeboran Efisien, Pertamina EP Tekan Biaya dan Tingkatkan Produksi Migas
Masa Depan Pers Indonesia di Persimpangan Kecepatan dan Kebenaran
Rakor 2026, Menko AHY Sebut Transmigrasi Jadi Backbone Pemerataan Pembangunan
Menteri Ekraf Dorong Pegiat Ekraf Daerah Naik Kelas hingga Pasar Global
Bimtek Nasional DPRD F-PPP Dibatalkan, Kemendagri Ingatkan Potensi Temuan Hukum
Kemenekraf Apresiasi Inovasi Pilgrim Pal dalam Penguatan Ekosistem Digital Haji dan Umrah
Pemprov Banten dan MRT Jakarta Mulai Studi Pengembangan Jalur MRT Lintas Banten–Jakarta

Berita Terkait

Sabtu, 7 Februari 2026 - 11:23 WIB

Dari Pendidikan ke Peradaban: Merumuskan Model Universitas Kepolisian Masa Depan

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:04 WIB

Pengeboran Efisien, Pertamina EP Tekan Biaya dan Tingkatkan Produksi Migas

Jumat, 6 Februari 2026 - 10:31 WIB

Masa Depan Pers Indonesia di Persimpangan Kecepatan dan Kebenaran

Kamis, 5 Februari 2026 - 22:52 WIB

Rakor 2026, Menko AHY Sebut Transmigrasi Jadi Backbone Pemerataan Pembangunan

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:41 WIB

Menteri Ekraf Dorong Pegiat Ekraf Daerah Naik Kelas hingga Pasar Global

Berita Terbaru