UMY Masuki Tahap Krusial PPDS, Kurikulum Jadi Fondasi Pendidikan Dokter Spesialis

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG. (UMY)

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG. (UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Diraihnya izin penyelenggaraan 10 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menandai masuknya fase penting berikutnya, yakni pemantapan kurikulum sebagai fondasi utama pembentukan dokter spesialis yang kompeten dan berdaya saing.

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Hilirisasi UMY, Dr. dr. Supriyatiningsih, M.Kes., Sp.OG., mengatakan bahwa seluruh kurikulum PPDS disusun dengan mengacu secara ketat pada regulasi konsil dan kolegium masing-masing disiplin ilmu. Regulasi tersebut mengatur secara rinci tahapan pendidikan calon dokter spesialis, mulai dari penguasaan kompetensi dasar hingga kompetensi klinis lanjutan.

“Dalam peraturan konsil sudah dijelaskan secara detail bagaimana mendidik calon dokter spesialis, termasuk pembedaan yang tegas antara pendidikan dokter spesialis dan subspesialis,” ujar Supriyatiningsih, Jumat (23/1).

Ia menjelaskan, kurikulum PPDS UMY telah melalui asesmen sejak tahap awal pendirian program studi. Proses tersebut melibatkan visitasi lapangan secara komprehensif oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama LAM-PTKes, Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), perwakilan kolegium, serta Satuan Tugas Percepatan Pemenuhan Dokter Spesialis dan Subspesialis.

Selain memenuhi standar nasional, UMY juga merancang kurikulum PPDS dengan kekhasan atau keunggulan tertentu. Setiap program diarahkan menghasilkan dokter spesialis dengan kompetensi spesifik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat sekaligus mencerminkan karakter institusi.

“Kami ingin menghasilkan dokter spesialis yang memiliki nilai tambah dan keunggulan yang jelas dibandingkan program sejenis di perguruan tinggi lain,” kata Supriyatiningsih.

Sebagai contoh, Program Pendidikan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi UMY menekankan kompetensi layanan fertilitas dasar. Adapun Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah mengusung kekhasan manajemen kebencanaan, sejalan dengan pengalaman Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC).

Penguatan PPDS di UMY juga sejalan dengan kebijakan nasional percepatan pemenuhan dokter spesialis dan subspesialis. Kebijakan tersebut merupakan respons atas keterbatasan jumlah dokter spesialis serta ketimpangan distribusi tenaga medis antardaerah.

Melalui skema percepatan ini, sebagian besar kuota mahasiswa PPDS UMY akan diisi oleh dokter yang ditugaskan secara resmi oleh rumah sakit atau pemerintah daerah, termasuk dari wilayah terpencil dan kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan komitmen pengabdian lulusan setelah menyelesaikan pendidikan.

Dalam menjaga mutu, UMY menerapkan dua pilar penjaminan kualitas, yakni akreditasi pendidikan oleh LAM-PTKes serta penjaminan mutu layanan klinik oleh Kementerian Kesehatan.

“Mutu pendidikan dan mutu pelayanan kami jaga secara bersamaan. Dengan sistem ini, kami berharap lulusan PPDS UMY benar-benar siap menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat,” kata Supriyatiningsih. (ihd)

Berita Terkait

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 
Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal
UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS
HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT
Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang
Kreatif dan Bernilai Jual, Singkong Jadi Sushi di Program Pengabdian Untirta
UMY Perkuat Reputasi Global di Tengah Ketatnya Persaingan Kampus Asia
UMY Ubah Pola Konsumsi Rapat, 1.500 Pegawai Makan Siang Gratis Terpusat

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:15 WIB

Mataf UMY: 7.131 Mahasiswa Memulai Perjalanan: Belajar Ilmu sekaligus Kehidupan 

Minggu, 6 September 2026 - 18:32 WIB

Ketika Cita-cita Menjadi Dokter Harus Diperjuangkan hingga ke Ujung Sinyal

Sabtu, 5 September 2026 - 18:20 WIB

UMY Siapkan Sustainability Center, Belajar dari Smart Eco Campus ITS

Selasa, 1 September 2026 - 21:09 WIB

HMI Tunas Bangsa UMY Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores di NTT

Jumat, 24 Juli 2026 - 09:07 WIB

Jawab Keresahan Soal LKS Mahal, Bupati Aep Gratiskan Modul Siswa SD-SMP di Karawang

Berita Terbaru