JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menandai Milad ke-45 dengan meluncurkan budaya organisasi baru bertajuk LEADS, Sabtu (28/2/2026), di Masjid K.H. Ahmad Dahlan UMY. Peluncuran ini menjadi penanda arah strategis kampus dalam memperkuat tata kelola dan budaya kerja di tengah percepatan transformasi global dan digitalisasi pendidikan tinggi.
Rektor UMY Prof Dr Achmad Nurmandi menegaskan, kemajuan teknologi dan arus perubahan global tidak boleh membuat perguruan tinggi tercerabut dari fondasi etik dan spiritualnya. Karena itu, LEADS dirumuskan sebagai pijakan nilai sekaligus panduan operasional institusi.
“Lead the Change, Light the World artinya memimpin perubahan dan mencerahkan dunia. Ini panggilan bagi seluruh sivitas akademika. Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, tetapi keberanian mengambil tanggung jawab atas perubahan,” ujar Nurmandi dalam Malam Refleksi Milad ke-45 UMY.
LEADS merupakan akronim dari Leadership, Excellence, Agility, Devotion, dan Sustainability. Pada aspek kepemimpinan (Leadership), UMY menekankan pentingnya keteladanan dalam integritas dan profesionalitas di setiap lini. Kepemimpinan, menurut Nurmandi, harus hidup dalam keseharian dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa sebagai kemampuan memandu arah dan menggerakkan potensi.
Nilai keunggulan (Excellence) ditempatkan bukan sekadar target administratif, melainkan budaya mutu yang konsisten dalam akademik dan tata kelola. UMY menegaskan komitmennya menjaga standar kualitas tanpa meninggalkan nilai Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi.
Di tengah perubahan yang serba cepat, aspek kesigapan (Agility) menjadi tuntutan. Nurmandi menilai transformasi digital dan perubahan sosial global menuntut institusi yang adaptif, kritis, serta inovatif. “Kita harus lincah merespons perubahan, tetapi tetap berpegang pada prinsip,” katanya.
Sementara itu, pengabdian (Devotion) ditegaskan sebagai landasan moral. Setiap capaian kelembagaan harus berorientasi pada kemaslahatan umat dan bangsa. Kerja akademik dipandang bukan hanya aktivitas profesional, melainkan bagian dari ibadah dan kontribusi nyata dalam semangat persyarikatan.
Aspek keberlanjutan (Sustainability) melengkapi kerangka LEADS. UMY menempatkan tanggung jawab jangka panjang sebagai bagian integral dari kebijakan kampus, dengan mempertimbangkan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan ekologis bagi generasi mendatang.
Ketua Milad ke-45 UMY, Cahyo Wisnu Rubiyanto, mengajak sivitas akademika menjadikan momentum ini sebagai ruang refleksi. Menurut dia, perjalanan panjang institusi tidak cukup diukur dari capaian angka dan peringkat, melainkan dari sejauh mana kehadirannya menghadirkan manfaat dan keadilan sosial bagi masyarakat.
Dengan LEADS, UMY berupaya meneguhkan identitas sebagai perguruan tinggi yang adaptif terhadap zaman, namun tetap berakar kuat pada nilai Islam dan Kemuhammadiyahan—memimpin perubahan, sekaligus mencerahkan dunia. (ihd)






