Jogja Halal Festival Siap Mendunia Dorong Ekonomi Syariah Berkelas Internasional

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, ‎JOGJA – Jogja Halal Festival (JHF) #3 Tahun 2026 resmi diluncurkan sebagai langkah awal mewujudkan festival ekonomi syariah terbesar berkelas internasional di Yogyakarta mendatang.

Peluncuran berlangsung di Ruang Bangsal Mataram Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kamis (30/7/2026), menghadirkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan strategis.

Kegiatan digelar secara hybrid bersama Vertizone TV sebagai penanda dimulainya rangkaian JHF #3 menuju penyelenggaraan akbar pada Desember 2026 nanti bersama.

Ketua MES DIY, Edy Suandi Hamid, menegaskan JHF harus naik kelas menjadi festival halal bertaraf dunia.

“Saya kagum Bangkok mampu menggelar Mega Halal Festival, JHF juga harus lebih menasional bahkan mendunia,” tegas Prof Edy penuh optimisme besar.

Ia mengajak seluruh tenant potensial memanfaatkan momentum JHF #3 sebagai sarana memperluas pasar, memperkuat jejaring, sekaligus mengembangkan ekonomi syariah nasional bersama.

Ketua Dewan Pertimbangan Kadin DIY, Tazbir Abdullah, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh pengembangan industri halal Yogyakarta menuju pasar global.

“Kami ingin membangun ekonomi masyarakat lebih seimbang melalui kolaborasi ekonomi halal agar Jogja menjadi pusat produk halal nasional,” ujar Tazbir Abdullah.

Kepala Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menyebut JHF bukan sekadar ajang promosi melainkan penguatan ekosistem syariah berkelanjutan.

“JHF menjadi wadah marketing produk halal sekaligus membangun ekosistem ekonomi syariah berkelanjutan yang memberi dampak nyata,” kata Sri Darmadi Sudibyo tegas.

Staf Ahli Gubernur DIY, Noviar Rahmad, menekankan pentingnya kualitas serta kesinambungan pasokan produk halal bagi sektor pariwisata daerah.

“Sertifikasi halal bukan formalitas, tetapi harus menjamin kontinuitas pasokan dan meningkatkan keramahan wisatawan muslim,” ujar Noviar Rahmad menegaskan komitmen pemerintah daerah.

Peluncuran JHF #3 ditandai pemukulan rebana simbolis oleh Heroe Poerwadi bersama para tokoh sebagai tanda dimulainya persiapan festival halal terbesar tersebut.

Ketua OC JHF #3, Heroe Poerwadi, mengungkapkan puluhan booth telah dipesan sebelum penyelenggaraan resmi berlangsung nanti.

“Sudah ada tiga puluhan booth terpesan dan banyak pihak siap mendukung. Jangan sampai ketinggalan,” ajak Heroe Poerwadi penuh semangat kepada peserta.

Festival menghadirkan produk makanan, fesyen muslim, kosmetik, farmasi, elektronik, keuangan syariah, wisata halal, pendidikan, kesehatan, industri kreatif, hingga komunitas seniman muslim.

Panitia membuka pendaftaran tenant serta kemitraan, menargetkan JHF #3 menjadi Mega Halal Festival yang mengangkat Yogyakarta sebagai pusat ekonomi syariah dunia.(waw)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB