GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi

Sabtu, 22 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JOGJA – Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga DPP Gerakan Pemuda Marhaenis Antonius Fokki Ardiyanto menegaskan GPM tetap independen secara organisasi.

Penegasan itu disampaikan untuk meluruskan persepsi setelah Ketua Umum DPP GPM Arya Wedakarna bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Fokki mengatakan pertemuan tersebut tidak otomatis mencerminkan sikap resmi organisasi, karena GPM tidak berafiliasi dengan partai politik maupun tokoh tertentu di tengah dinamika.

“Secara organisasi, GPM jelas. Sesuai AD/ART, GPM adalah organisasi kepemudaan independen, tidak berafiliasi dengan partai politik,” tegas Fokki.

Menurut Fokki, afiliasi ideologis GPM hanya kepada Marhaenisme serta ajaran perjuangan Bung Karno sebagai pijakan utama gerakan organisasi kepemudaan tersebut dalam garis perjuangan.

“Afiliasi ideologis GPM adalah kepada Marhaenisme dan ajaran perjuangan Bung Karno,” ujarnya menegaskan posisi organisasi secara terbuka di tingkat nasional.

Ia menjelaskan, kehadiran Arya Wedakarna di kediaman Joko Widodo harus dipahami dalam kapasitas pribadi sekaligus sebagai anggota DPD RI tanpa pengecualian.

“Jika terdapat pernyataan menyebut posisi atau nama GPM, hal tersebut merupakan pernyataan pribadi, bukan keputusan resmi organisasi,” katanya secara kelembagaan.

Fokki menegaskan tidak pernah ada pleno DPP GPM yang memberikan mandat melakukan afiliasi atau sikap politik tertentu kepada tokoh di hadapan publik.

“Tidak pernah ada pembahasan maupun keputusan dalam pleno DPP GPM yang memberikan mandat organisasi kepada Ketua Umum,” jelasnya dalam forum resmi organisasi.

“Karena itu, tidak tepat jika pertemuan tersebut kemudian ditafsirkan sebagai sikap resmi organisasi GPM,” lanjutnya kepada wartawan.

Ia mengingatkan GPM tidak boleh terseret menjadi alat kepentingan politik praktis yang berpotensi mengaburkan identitas perjuangan organisasi selama ini.

“GPM bukan organisasi yang mencari perlindungan politik kepada siapa pun. GPM berdiri di atas kaki sendiri,” tegasnya demi kepentingan rakyat.

“Bung Karno adalah sumber inspirasi ideologis dan historis perjuangan kami,” katanya, menegaskan Marhaenisme sebagai dasar gerakan seluruh kader.

Fokki juga memastikan kader GPM di Daerah Istimewa Yogyakarta tetap solid, meski dinamika personal muncul setelah pertemuan tersebut berlangsung di tengah masyarakat.

“Kami kader-kader GPM se-DIY masih solid. Kami tetap satu barisan, satu garis perjuangan, yaitu barisan Marhaenisme,” tegasnya hingga saat ini.

Menurutnya, perbedaan pandangan personal merupakan hal wajar, namun tidak boleh mencampuradukkan sikap pribadi dengan keputusan resmi organisasi GPM dalam setiap langkah organisasi.

“Perbedaan pandangan personal adalah sesuatu yang wajar, tetapi jangan sampai mencampuradukkan sikap pribadi dengan keputusan organisasi,” ujarnya.

Ke depan, GPM akan memperkuat kaderisasi, hubungan kelembagaan, serta kehadiran organisasi di tengah persoalan rakyat dengan landasan Marhaenisme untuk masa depan organisasi.

“GPM akan terus bergerak bukan karena siapa tokoh berkuasa, tetapi karena keyakinan ideologis dan mandat organisasi,” pungkas Fokki. (ady)

Berita Terkait

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, MK Dihadapkan pada Persoalan Kewenangan dan Kepastian Hukum
Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres
Warga Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Tiga belas Tangki Air Bersih Disalurkan
Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat
Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem
Irwandi Dikukuhkan Guru Besar Fotografi, ISI Yogyakarta Buka Babak Baru
Pakar Hukum Tata Negara UMY: Pengawasan Aparat Penegak Hukum Masih Terfragmentasi
Astrea Kota Gudeg Rayakan Anniversary Pertama, Geliatkan UMKM Piyungan

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Gugatan Syarat Pendidikan Gibran, MK Dihadapkan pada Persoalan Kewenangan dan Kepastian Hukum

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:51 WIB

Gugatan Pendidikan Gibran di MK, Pakar Hukum UMY Jelaskan Nasib Jabatan Wapres

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Warga Gunungkidul Dilanda Kekeringan, Tiga belas Tangki Air Bersih Disalurkan

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:16 WIB

Mendagri Tekankan Rotasi dan Penyegaran Organisasi Saat Lantik Pejabat

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:28 WIB

Bawa Bregodo Keraton, Warga Yogyakarta Beri Kejutan HUT ke-81 TNI di Makorem

Berita Terbaru