Wamendagri Tekankan Peran Strategis Desa dalam Pembangunan Nasional

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Boyolali – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa pembangunan desa menjadi barometer kemajuan suatu negara. Sebagai garda terdepan pelayanan publik sekaligus penggerak utama pembangunan nasional berbasis potensi wilayah, kemajuan desa dinilai sangat menentukan arah pembangunan nasional.

“Artinya, Indonesia akan maju jika desanya maju,” kata Wiyagus saat membuka Lokakarya Desa dan Kelurahan Berprestasi di Pendopo Gedhe, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (14/1/2026).

Menurut Wiyagus, pencapaian visi Indonesia Emas 2045 hanya dapat terwujud apabila tata kelola pemerintahan berjalan dengan baik serta pembangunan terhadap 75.266 desa dan 8.496 kelurahan dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif. Apalagi, kata dia, pembangunan desa menjadi salah satu prioritas utama dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming.

Sejalan dengan Asta Cita keenam, desa kini ditempatkan bukan lagi sebagai objek, melainkan sebagai subjek pembangunan yang berdaya, mandiri, dan inovatif. Dalam konteks tersebut, ia mengapresiasi tren positif pembangunan desa yang tercermin dari meningkatnya jumlah desa berstatus berkembang dan maju. Capaian ini diiringi dengan penguatan transparansi, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi lokal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selanjutnya, Wiyagus juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih. Sebagai penggerak produksi, distribusi, dan pemasaran hasil desa, Kopdeskel Merah Putih dinilai dapat disinergikan dengan Program Makan Bergizi Gratis melalui penyediaan bahan pangan lokal serta penguatan rantai pasok pangan nasional.

Tak ketinggalan, Wiyagus juga menyampaikan duka cita atas bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat akan pentingnya membangun desa yang lebih tangguh dalam menghadapi bencana melalui perencanaan yang tepat, penguatan kapasitas aparatur, serta pemanfaatan dana desa yang menyasar mitigasi dan pemulihan pascabencana.

“Kemandirian desa juga harus diimbangi dengan kesiapan menghadapi dampak perubahan iklim agar kesejahteraan masyarakat bisa tetap terjaga,” tandasnya dalam kegiatan yang menjadi rangkaian peringatan Hari Desa Nasional Tahun 2026 tersebut. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Nusakambangan Bertransformasi, Titiek Soeharto Apresiasi Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan
BPKP dan Mabes TNI Sidak KDKMP, Wonosobo Jadi Sorotan
2.570 Lampion Waisak Borobudur Terangi Langit, Satukan Harapan Nusantara ‎
IKHROM Demak Distribusikan 700 Paket Daging Kurban pada Iduladha 2026
Dandim Wonosobo Resmikan TMMD Grugu, Jalan Desa Kini Mulus
Sekda Demak Akhmad Sugiharto Bagikan Kisah Hidup Inspiratif di Wisuda UMM
Peluncuran Koperasi Merah Putih di Magelang Perkuat Ekonomi Kerakyatan Desa
Dandim Wonosobo Lepas Jamaah Haji, Tiga Anggota Kodim Berangkat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 09:08 WIB

Nusakambangan Bertransformasi, Titiek Soeharto Apresiasi Program Ketahanan Pangan dan Pembinaan

Rabu, 3 Juni 2026 - 14:26 WIB

BPKP dan Mabes TNI Sidak KDKMP, Wonosobo Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 08:39 WIB

2.570 Lampion Waisak Borobudur Terangi Langit, Satukan Harapan Nusantara ‎

Kamis, 28 Mei 2026 - 07:55 WIB

IKHROM Demak Distribusikan 700 Paket Daging Kurban pada Iduladha 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 14:28 WIB

Dandim Wonosobo Resmikan TMMD Grugu, Jalan Desa Kini Mulus

Berita Terbaru