JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi membuka dua Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), masing-masing Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi. Pembukaan program tersebut menyusul terbitnya surat izin dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang menyatakan UMY memenuhi persyaratan minimal akreditasi untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.
Izin tersebut mewajibkan UMY menjalankan pendidikan spesialis sesuai standar nasional pendidikan kedokteran. Ketentuan itu meliputi keterlibatan fakultas kedokteran pembina, rumah sakit pendidikan, serta mekanisme evaluasi dan pengawasan berkala sebagaimana diatur dalam keputusan menteri.
Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan UMY, Faris Al-Fadhat, mengatakan pembukaan dua PPDS itu telah direncanakan secara matang, termasuk dalam penyiapan sumber daya manusia dan fasilitas rumah sakit pendidikan.
“Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UMY memiliki pengalaman panjang serta SDM yang terus berkembang di berbagai bidang keahlian, termasuk ilmu kesehatan mata dan neurologi. Kesiapan ini menjadi landasan kuat bagi UMY untuk menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis,” ujar Faris, Senin (9/2/2026), mengutip laman resmi UMY.
Pelaksanaan pendidikan PPDS tersebut didukung oleh Rumah Sakit Pendidikan Utama PKU Muhammadiyah Gamping serta jejaring rumah sakit pendidikan lainnya. Kolaborasi antar-institusi ini menjadi penopang utama mutu pembelajaran klinik bagi para peserta PPDS.
Kemendiktisaintek menetapkan kuota awal maksimal lima mahasiswa per semester untuk masing-masing program, berdasarkan evaluasi kesiapan institusi. Proses seleksi dirancang berlangsung ketat guna menjaga kualitas pendidikan serta rasio ideal antara peserta didik dan pembimbing klinik.
Selain penguasaan kompetensi klinis, kurikulum PPDS UMY juga dirancang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, literasi teknologi, serta analisis data. Seluruh aspek tersebut dikembangkan sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang menekankan kebermanfaatan dan dampak sosial.
“Spirit kami adalah menghadirkan pendidikan yang berdampak. Melalui PPDS ini, UMY ingin berkontribusi nyata dalam penguatan layanan kesehatan sekaligus pengembangan sumber daya manusia dokter spesialis di Indonesia,” kata Faris.
Dengan penambahan dua program tersebut, UMY kini memiliki total 12 program pendidikan dokter spesialis. Langkah ini memperkuat posisi UMY sebagai salah satu perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dokter spesialis di tingkat nasional. (ihd)






