UMY Kembangkan Terapi Berkuda Difabel lewat Pengabdian Dosen

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program Pengabdian Dosen Skema Disabilitas dengan metode Equine Assisted Activities atau terapi berbasis aktivitas berkuda. (Humas UMY)

Program Pengabdian Dosen Skema Disabilitas dengan metode Equine Assisted Activities atau terapi berbasis aktivitas berkuda. (Humas UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengembangkan pendekatan pengabdian masyarakat yang inklusif melalui peluncuran Program Pengabdian Dosen Skema Disabilitas dengan metode Equine Assisted Activities atau terapi berbasis aktivitas berkuda. Program tersebut diluncurkan di AFIF Stable Horse Training, Banguntapan, Bantul, Jumat (6/2/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya UMY menghadirkan inovasi pengabdian berbasis riset dan kolaborasi lintas disiplin, dengan melibatkan Pusat Studi Gender, Anak, Lansia, dan Disabilitas (PSGALD) UMY, Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, mitra akademik dari Jepang, pengelola AFIF Stable, serta komunitas pemerhati disabilitas.

Sekretaris PSGALD UMY, Arni Surwanti, menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat sekitar 15 tim dosen yang terlibat dalam skema pengabdian disabilitas. Beragam pendekatan dikembangkan, mulai dari penguatan Sekolah Luar Biasa (SLB), peningkatan kapasitas pendidik, hingga intervensi langsung bagi penyandang disabilitas.

“Salah satu pendekatan yang kami perkenalkan adalah aktivitas berkuda bagi difabel. Metode ini relatif baru di Indonesia, tetapi di sejumlah negara seperti Jepang dan Malaysia telah menunjukkan manfaat positif secara fisik maupun psikologis,” ujar Arni.

Menurut Arni, terapi berkuda dapat membantu meningkatkan fleksibilitas tubuh, kepercayaan diri, serta kesehatan mental penyandang disabilitas. Pendekatan serupa juga dinilai relevan untuk lansia maupun pasien dengan gangguan saraf tertentu.

Kepala Subdirektorat Pengabdian Dosen UMY, Laelia Dwi Anggraini, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari 15 skema khusus pengabdian masyarakat UMY yang dirancang untuk berjalan berkelanjutan hingga tiga tahun ke depan. Khusus skema disabilitas, kegiatan melibatkan dosen lintas bidang dengan fokus pada dampak jangka panjang.

“Kami ingin pengabdian dosen tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat,” kata Laelia.

Dari sisi kolaborasi internasional, Project Leader Equine Assisted Activities for Persons with Disabilities in ASEAN and Japan, Ryuhei Sano, menekankan pentingnya konsep human–horse well-being, yakni kesejahteraan manusia dan kuda secara bersamaan. Menurut dia, pendekatan ini membuka peluang pengembangan komunitas disabilitas lintas negara sekaligus memperkuat jejaring akademik ASEAN–Jepang.

Sementara itu, pemilik AFIF Stable, Rosyidatus Syarifeini, mengatakan keterlibatan pihaknya berangkat dari kepedulian terhadap anak-anak penyandang disabilitas. Latar belakangnya di bidang psikologi mendorong pemanfaatan terapi berbasis alam sebagai bagian dari proses pemulihan dan penguatan mental.

Peluncuran program ini menandai langkah awal UMY dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial melalui pengabdian masyarakat yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan. (ihd)

Berita Terkait

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional
Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi
UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga
Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional
UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan
UMY Kembangkan Akuaponik dari Air Wudhu, Dorong Kemandirian Pangan Warga Sleman
UMY Perkuat Literasi AI di Mindanao, Dorong Tata Kelola Digital Inklusif di ASEAN
Penguatan Pendidikan Islami dan Kaderisasi, Dosen UMY Dampingi Warga Muhammadiyah Merdikorejo

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 21:27 WIB

Pakar UMY: Lonjakan Harga Plastik Cermin Rapuhnya Struktur Industri Nasional

Selasa, 14 April 2026 - 23:22 WIB

Lulusan UMY, Menjaga Diplomasi dengan Sentuhan Manusiawi

Minggu, 12 April 2026 - 22:04 WIB

UMY Tanam Harapan di Lereng Merapi, Greenhouse Cangkringan Jadi Awal Kemandirian Warga

Sabtu, 11 April 2026 - 15:38 WIB

Pakar UMY: Gejolak Timur Tengah Jadi Ujian Ketahanan Ekonomi Nasional

Jumat, 10 April 2026 - 15:59 WIB

UMY Kukuhkan 1.390 Lulusan, Rektor Tekankan Sinergi Kompetensi Global dan Nilai Kemanusiaan

Berita Terbaru