UMY Rescue 2025 Menuju Langsa Lama, Obati Cedera Banjir dan Trauma

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta – Di tengah genangan yang belum sepenuhnya surut di Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh, denyut kehidupan perlahan kembali dirawat. Bukan hanya oleh alat berat dan logistik bantuan, tetapi juga oleh tangan-tangan medis dan pendampingan kemanusiaan yang datang dari jauh.

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), melalui Direktorat Riset dan Pengabdian (DRP), mengirimkan tim UMY Rescue 2025 sebagai respons darurat atas banjir yang melanda kawasan itu.

Program ini menjadi wujud kehadiran kampus di ruang-ruang krisis. Didukung pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui skema hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat, serta donasi dosen dan alumni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) serta Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), UMY Rescue 2025 dirancang tidak sekadar menambal luka darurat, tetapi juga menyiapkan pemulihan yang berkelanjutan.

Sebanyak 10 personel lintas disiplin diterjunkan. Tim ini dipimpin Dr. dr. Sagiran, dengan komposisi dokter spesialis bedah, bedah ortopedi, penyakit tropis, dokter gigi dan mulut, ahli keperawatan jiwa, perawat, apoteker, serta dua dokter muda.

Mereka akan berposko di Puskesmas Langsa Lama hingga 27 Desember 2025, titik yang menjadi simpul berkumpulnya para pengungsi dari berbagai wilayah terdampak.

“Ini angkatan pertama UMY yang secara formal bekerja sama dengan Kementerian Dikti dan Saintek untuk misi tanggap darurat. Kami memilih Langsa Lama karena relatif aman dan menjadi pusat kerumunan warga,” ujar Sagiran saat pelepasan tim di Kampus UMY, Kasihan, Bantul, Kamis (18/12/2025).

Di lapangan, tantangan pascabanjir tak hanya berupa luka fisik. Penyakit diare, infeksi saluran pernapasan akut, dan gangguan kulit mulai meningkat akibat kepadatan hunian dan sanitasi yang terganggu. Penyakit kronis –diabetes, hipertensi, kolesterol, hingga gagal ginjal –ikut menuntut perhatian. Untuk kasus yang memerlukan penanganan lanjutan, tim berkoordinasi dengan RSUD Kota Langsa, terutama untuk tindakan bedah.

“Kami membawa peralatan lengkap, dari pemeriksaan umum sampai perangkat operasi dan obat-obatan. Untuk kegawatdaruratan, kami juga sudah bersiap,” kata Sagiran.

Namun, UMY Rescue 2025 tak berhenti pada layanan medis. Luka yang tak kasatmata –trauma, kecemasan, dan tekanan psikologis– menjadi perhatian utama. Tim menyediakan layanan Psychological First Aid, konseling individu, serta trauma healing bagi anak-anak dan kelompok rentan. Pendampingan ini dipadukan dengan upaya promotif dan preventif: layanan kesehatan ibu dan anak, kesehatan gigi dan mulut, serta edukasi kesehatan lingkungan.

Yang membedakan, tim juga melatih kader kesehatan lokal. Harapannya, ketika relawan kembali, pengetahuan dan pendampingan tetap berdenyut di tengah masyarakat. “Kami ingin keberlanjutan. Setelah kami pulang, masyarakat tetap punya kapasitas untuk saling merawat,” ujar Sagiran.

Di sektor lingkungan, tim memasang teknologi penyediaan air bersih dengan water purifier berkapasitas tinggi untuk menekan risiko penyakit berbasis air. Edukasi perilaku hidup bersih dan sehat serta pelatihan deteksi dini penyakit pascabencana diberikan kepada kader setempat.

Soal keamanan, koordinasi menjadi kunci. Tim UMY Rescue 2025 bekerja bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) pusat yang telah berada di Langsa sejak awal Desember, serta melibatkan tokoh lokal untuk pengawalan distribusi bantuan. “Kami memastikan perjalanan aman dan bantuan sampai kepada yang membutuhkan,” kata Sagiran.

Di Langsa Lama, banjir mungkin meninggalkan lumpur dan sisa genangan. Namun, kehadiran para relawan ini menghadirkan harapan: bahwa pemulihan bukan sekadar soal membangun kembali rumah, melainkan juga memulihkan tubuh, pikiran, dan daya lenting masyarakat yang terdampak. (ihd)

Berita Terkait

LEADS UMY: Memimpin Perubahan, Mencerahkan Dunia di Usia ke-45
Milad ke-45 UMY, Gubernur NTB Soroti Lemahnya Basis Sosiologis Kebijakan Publik
Kematian Bripda Dirja Soroti Relasi Kuasa, Pakar UMY Desak Reformasi Pendidikan Kepolisian
UMY Gelar Pengabdian di Korsel, Angkat Isu Deteksi Dini Diabetes Warga Migran
Kekerasan Oknum Brimob di Tual, UMY: Unsur Kesengajaan Buka Pasal Pembunuhan
UMY Bagikan 5.000 Paket Takjil per Hari Secara Drive Thru di Sportorium
Dosen UMY Ungkap Rahasia Aman Berolahraga Saat Ramadan
UMY Bagikan 4.000 Takjil per Hari Selama 20 Hari Ramadhan, Perhatikan Gizi Mahasiswa

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 09:59 WIB

LEADS UMY: Memimpin Perubahan, Mencerahkan Dunia di Usia ke-45

Senin, 2 Maret 2026 - 10:34 WIB

Milad ke-45 UMY, Gubernur NTB Soroti Lemahnya Basis Sosiologis Kebijakan Publik

Minggu, 1 Maret 2026 - 21:00 WIB

Kematian Bripda Dirja Soroti Relasi Kuasa, Pakar UMY Desak Reformasi Pendidikan Kepolisian

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:43 WIB

UMY Gelar Pengabdian di Korsel, Angkat Isu Deteksi Dini Diabetes Warga Migran

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:07 WIB

Kekerasan Oknum Brimob di Tual, UMY: Unsur Kesengajaan Buka Pasal Pembunuhan

Berita Terbaru