Trans Tuntas 2026, Kementerian Transmigrasi Targetkan Penyelesaian Konflik Lahan di 61 Lokasi

Selasa, 3 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Nasional – Selama tahun 2026, penyelesaian persoalan lahan, penguatan ekonomi lokal, serta percepatan transformasi kawasan transmigrasi melalui kehadiran sumber daya manusia (SDM) unggul, akan menjadi prioritas kerja Kementerian Transmigrasi.

“Target tahun 2026, Trans Tuntas akan berfokus pada penyelesaian persoalan lahan, termasuk penerbitan 11.288 bidang Sertipikat Hak Milik (SHM) untuk transmigran di 61 lokasi transmigrasi,” ujar Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI, Selasa (3/2) lalu.

Selain penerbitan SHM, Kementerian Transmigrasi akan melakukan inventarisasi Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi di 50 lokasi yang tersebar di 13 provinsi, dengan total luasan mencapai 217.043,26 hektare.

Terkait kawasan hutan, Menteri Iftitah menegaskan akan menjalankan amanat Komisi V DPR RI dengan tetap menjunjung prinsip keadilan dan keberlanjutan kehutanan. Saat ini, 19 lokasi transmigrasi telah disepakati bersama Kementerian Kehutanan untuk dilepaskan dari kawasan hutan dan diusulkan penerbitan SHM-nya.

“Kami akan terus memastikan keadilan tanpa mengorbankan prinsip kehutanan. Persoalan ini akan kami selesaikan sampai tuntas,” tegas Mentrans.

Di sisi lain, program Trans Lokal tetap menjadi jantung pemberdayaan masyarakat setempat. Pada tahun 2026, Kementerian Transmigrasi merencanakan penempatan 115 kepala keluarga (KK) di dua lokasi, yaitu 100 KK di Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang dan Galang (Barelang) di Batam, Kepulauan Riau dan 15 KK di Kawasan Transmigrasi Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

“Pendatang ditempatkan untuk menguatkan ekonomi lokal, bukan menggantikannya,” tegas Menteri Transmigrasi.

Berdasarkan hasil kajian Kementerian Transmigrasi, kehadiran SDM unggul yang memiliki standar kompetensi tertentu, aktif melakukan riset dan inovasi, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat dan dunia usaha, terbukti mampu mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah secara positif. Fenomena ini dikenal sebagai knowledge spillover atau banjir ilmu pengetahuan di kawasan transmigrasi.

“Tanpa SDM unggul, pertumbuhan ekonomi di kawasan akan jalan di tempat atau looping. Tentu kita tidak berharap itu terjadi lagi. Ke depan kita harus memastikannya di seluruh kawasan transmigrasi,” ungkap Menteri Iftitah.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Transmigrasi menghadirkan program Transmigrasi Patriot yang terdiri dari Beasiswa Patriot dan Tim Ekspedisi Patriot (TEP). Menteri Iftitah menegaskan program ini bukanlah program elit, melainkan bentuk kehadiran nyata negara di tengah masyarakat.

“Transmigrasi patriot adalah jawabannya. Transmigrasi patriot bukan program elit. Ini cara negara memastikan ilmu pengetahuan hadir di lapangan, bekerja bersama rakyat, dan menghasilkan nilai ekonomi nyata, bukan hanya laporan akademik,” ujar Mentrans. (nr)

Sumber: Tim Kementerian Transmigrasi

Berita Terkait

Wamendagri Bima Arya Dorong Peta Jalan Demokrasi Digital untuk Pemilu 2029
Percepat Penanganan Gempa NTT, Kemendagri Kawal Penggunaan Bantuan Presiden
Wamendagri Wiyagus: Pemanfaatan IMM Jadi Kunci Perkuat SDM Daerah
Mendagri Tito: Pemimpin Kuat Harus Mampu Susun Kebijakan Berbasis Sains
Wamendagri Ribka Sebut Indonesia Timur Punya Potensi Besar Menuju Indonesia Emas 2045
Wamendagri Wiyagus Ajak Brebes Jadikan Potensi Budaya sebagai Penggerak Pembangunan
Wamendagri Bima Arya Dorong DPRD Perkuat Pengawasan agar APBD Lebih Produktif
Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 10:15 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Peta Jalan Demokrasi Digital untuk Pemilu 2029

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:16 WIB

Percepat Penanganan Gempa NTT, Kemendagri Kawal Penggunaan Bantuan Presiden

Senin, 31 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Wamendagri Wiyagus: Pemanfaatan IMM Jadi Kunci Perkuat SDM Daerah

Senin, 31 Agustus 2026 - 16:03 WIB

Mendagri Tito: Pemimpin Kuat Harus Mampu Susun Kebijakan Berbasis Sains

Senin, 31 Agustus 2026 - 07:59 WIB

Wamendagri Ribka Sebut Indonesia Timur Punya Potensi Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru