Kementerian Ekraf Dorong Ruang Kreatif dan Inklusif pada Hari Anak Nasional

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf menyapa dan bersalaman dengan seorang anak saat melakukan kunjungan lapangan

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Bekraf menyapa dan bersalaman dengan seorang anak saat melakukan kunjungan lapangan

JOGJAOKE.COM, Jakarta, 23 Juli 2026* – Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan komitmen penguatan ruang-ruang kreatif yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak Indonesia. Sejalan dengan tema HAN 2026, ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’, komitmen ini mempertegas strategi ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth yang beriringan dengan pemenuhan hak, perlindungan, serta partisipasi aktif anak dalam membentuk ekosistem kreatif nasional.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa anak merupakan sumber inspirasi sekaligus talenta pegiat ekraf masa depan yang perlu diberikan ruang untuk belajar, berekspresi, dan berinovasi sejak dini melalui lingkungan yang aman dan kolaboratif.

“Hari Anak Nasional mengingatkan bahwa salah satu investasi bagi bangsa yaitu memastikan setiap anak dapat belajar dan berkarya menuju Indonesia Emas 2045. Kementerian Ekraf senantiasa berkomitmen menghadirkan kreatif hub yang ramah anak sehingga talenta-talenta muda Indonesia dapat berkembang menjadi generasi inovatif dari local champion menuju national champion hingga berdaya saing go global,” ujar Menteri Ekraf.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kementerian Ekraf mengedepankan pendekatan kolaborasi heksaheliks bersama pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan lembaga keuangan untuk menciptakan ruang kreatif yang bebas dari diskriminasi maupun eksploitasi anak. Langkah ini selaras dengan semangat Gerakan Nasional #RamahAmanNyamanAnak (GERNAS #RANA) yang mendorong keterlibatan seluruh elemen bangsa dalam menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman di berbagai daerah.

“Ekonomi kreatif tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga nilai sosial berkelanjutan sebagai sarana edukasi, kolaborasi lintas sektor, hingga penciptaan peluang baru bagi para pejuang ekraf. Kementerian Ekraf senantiasa memastikan ekosistem kreatif tumbuh dalam mendorong kreativitas, menghargai keberagaman, serta membangun karakter anak yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tambah Wamen Ekraf Irene Umar.

Data Profil Anak Indonesia dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPA) tahun 2025 mencatat terdapat 79,9 juta jiwa atau 28,38 persen dari total penduduk Indonesia merupakan anak-anak. Melalui momentum HAN 2026, Kementerian Ekraf mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat literasi, memunculkan narasi kreativitas, sekaligus menyoroti ketahanan mental generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan era digital.

Besarnya potensi anak Indonesia sebagai bonus demografi menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan sektor ekonomi kreatif yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor ekonomi kreatif menyerap 27,4 juta tenaga kerja pada 2025 atau setara 18,7 persen dari total tenaga kerja nasional.

Capaian tersebut membuktikan bahwa ekonomi kreatif merupakan salah satu pilar utama penciptaan lapangan kerja, khususnya bagi generasi muda. Oleh karena itu, investasi pada anak melalui pendidikan, pengembangan kreativitas, literasi digital, dan penyediaan ruang berekspresi yang aman menjadi langkah strategis untuk menyiapkan talenta kreatif masa depan yang berdaya saing global.

Melalui pengembangan 21 subsektor ekonomi kreatif, industri kreatif memiliki peran strategis dalam membangun karakter, menumbuhkan kreativitas, dan meningkatkan literasi digital anak melalui karya serta aktivasi kreatif yang positif. Selamat Hari Anak Nasional 2026! (lsi)

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

 

Berita Terkait

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong
Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali
Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif
Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah
Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing
Jenguk Wali Nanggroe di Penang, Mendagri Sampaikan Salam Hangat dari Presiden
Wamendagri Bima Arya Ajak Daerah Manfaatkan APKASI Otonomi Expo 2026 untuk Tarik Investasi
Evaluasi Dana Otsus Tahap II, Wamendagri Ribka Haluk Desak Pemda Percepat Penyaluran

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Perkuat Penanganan Bencana, Mendagri Ajak Pemda Tingkatkan Semangat Gotong Royong

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:48 WIB

Pacu Inovasi dan Kinerja, Kemendagri Apresiasi Pemda Berprestasi di Jawa-Bali

Jumat, 28 Agustus 2026 - 16:06 WIB

Wamendagri Dorong Satlinmas Aktif Jaga Lingkungan yang Kondusif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Wamendagri Bima Arya Ungkap Lima Tantangan Kepala Daerah di Era Otonomi Daerah

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Tingkatkan Nilai dan Daya Saing

Berita Terbaru

Lampung

Gubernur Mirza: Hilirisasi Komoditas Harus Dimulai dari Desa

Sabtu, 29 Agu 2026 - 14:36 WIB

Sumatera Selatan

AMKI Lahat Dilantik, Tekankan Kolaborasi Media dan Pemerintah

Sabtu, 29 Agu 2026 - 13:58 WIB

Foto Guru Besar UMY bidang Ilmu Sosiologi, Prof. Dr. Zuly Qodir, M.Ag.,

Yogyakarta

RUU Perampasan Aset, Pakar UMY: Kepercayaan Publik Jadi Taruhan

Sabtu, 29 Agu 2026 - 12:18 WIB