Tiga Penggali Tertimbun Galian Sleman, Satu Tewas Diselamatkan SAR

Senin, 1 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Sleman – Nasib naas menimpa tiga pekerja penggali saptictank di Dusun Ngangkrik, Triharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Senin (1/12/2025).

‎Mereka tertimbun longsoran galian lama yang tiba-tiba jebol saat proses pengerjaan berlangsung.

‎“Kami menerima informasi kondisi membahayakan manusia, tiga orang tertimbun saat menggali saptictank,” ujar Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis.

‎Menurut Rio, para pekerja tidak menyadari adanya galian saptictank lama di samping lokasi penggalian baru.

‎“Galian lama itu jebol dan langsung menimpa pekerja sehingga ketiganya terjebak di dalam lubang,” ucapnya menambahkan.

‎Laporan tersebut membuat SAR Yogyakarta segera mengirim satu tim rescue dari Unit Siaga SAR Sleman.

‎Tim yang diberangkatkan telah dilengkapi peralatan vertical rescue dan peralatan medis.

‎Sesampainya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melakukan koordinasi dan proses evakuasi.

‎“Sekitar 30 menit kemudian satu korban atas nama Tujimin (55) berhasil ditemukan namun sudah meninggal dunia,” kata Rio.

‎Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sleman.

‎Sementara itu, dua pekerja lainnya berhasil selamat. Murjianyo (47), warga Ngangkrik, mampu menyelamatkan diri lebih dulu.

‎Sedangkan Andree (30), warga Nglampar, mengalami sesak napas dan segera dilarikan ke RSUD Sleman untuk mendapatkan perawatan medis.

‎“Dua korban selamat dan satu lainnya meninggal dunia,” jelas Rio.

‎Dengan terevakuasinya seluruh korban, operasi SAR resmi dinyatakan ditutup.

‎“Seluruh unsur SAR gabungan kami kembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tegas Rio.

‎Ia juga mengimbau masyarakat dan pekerja konstruksi untuk semakin memperhatikan faktor keselamatan saat menggali tanah dalam untuk mencegah musibah serupa terjadi kembali.

(waw)

Berita Terkait

Keselamatan KAI Tak Bisa Lagi Sekadar Rutinitas Kerja
Kodim Wonosobo Genjot Latihan Menembak Demi Prajurit Makin Profesional
Dirbinmas Polda DIY Rangkul Relawan STAK Bahas Perlindungan Hukum
Tren Paylater dan Gaya Hidup Konsumtif Dinilai Bertentangan dengan Nilai Islam
FIFGROUP Distribusikan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia
Rumah Dome Prambanan Mati Suri, Warga Berharap Wisata Bangkit Lagi
Mahasiswa Unisa Yogyakarta Kolaborasi Akademisi Hong Kong Teliti Kampung Berkelanjutan
Pembimas Buddha DIY Sebut IWFP 2026 Jadi Simbol Perdamaian dan Toleransi

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:05 WIB

Keselamatan KAI Tak Bisa Lagi Sekadar Rutinitas Kerja

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:31 WIB

Kodim Wonosobo Genjot Latihan Menembak Demi Prajurit Makin Profesional

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:23 WIB

Dirbinmas Polda DIY Rangkul Relawan STAK Bahas Perlindungan Hukum

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:21 WIB

Tren Paylater dan Gaya Hidup Konsumtif Dinilai Bertentangan dengan Nilai Islam

Selasa, 26 Mei 2026 - 08:46 WIB

FIFGROUP Distribusikan Ratusan Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Berita Terbaru

Jogja

Keselamatan KAI Tak Bisa Lagi Sekadar Rutinitas Kerja

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:05 WIB