Tren Paylater dan Gaya Hidup Konsumtif Dinilai Bertentangan dengan Nilai Islam

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dosen Eksya, FSIP UMY,  Syah Amelia Manggala Putri.

Dosen Eksya, FSIP UMY, Syah Amelia Manggala Putri.

JOGJAOKE.COM, Kemudahan layanan paylater dinilai tidak hanya mengubah pola transaksi masyarakat, tetapi juga mendorong munculnya perilaku konsumtif, khususnya di kalangan generasi muda. Fitur “beli sekarang, bayar nanti” membuat masyarakat semakin mudah melakukan pembelian tanpa mempertimbangkan kondisi finansial jangka panjang.

“Fitur ‘beli sekarang, bayar nanti’ secara psikologis mendorong konsumen meremehkan beban finansial di masa depan dan meningkatkan kecenderungan impulse buying. Kemudahan akses tanpa agunan dan persetujuan instan menciptakan ilusi bahwa membeli sesuatu itu tidak mahal. Padahal yang terjadi adalah penundaan beban keuangan, bukan penghapusannya,” tandas dosen Ekonomi Syariah, Fakultas Studi Islam dan Peradaban (FSIP) Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Syah Amelia Manggala Putri, S.E.I., M.E.I kepada Humas UMY, Selasa (26/5) secara daring.

Kondisi tersebut banyak ditemukan pada kalangan anak muda dan mahasiswa yang menjadi kelompok paling dekat dengan perkembangan teknologi finansial. Kemudahan transaksi digital, promo, hingga gaya hidup di media sosial dinilai semakin memperbesar dorongan konsumsi yang tidak terkontrol.

“Pada kalangan mahasiswa, layanan ini mendorong kerentanan finansial seperti pengeluaran impulsif, beban utang yang kian bertambah, stres keuangan, ketegangan sosial, hingga risiko keamanan data pribadi. Karena itu, generasi muda perlu memahami bahwa kemudahan akses finansial tetap harus diimbangi dengan kemampuan mengelola kebutuhan dan pengeluaran secara bijak,” jelasnya.

Dari perspektif ekonomi syariah, perilaku konsumtif yang muncul akibat penggunaan paylater sangat bertentangan dengan prinsip pengelolaan harta dalam Islam. Islam mengajarkan pola konsumsi yang proporsional dan berorientasi pada kebutuhan, bukan sekadar memenuhi keinginan.

Ia menambahkan, dalam Islam perilaku berlebihan dalam konsumsi dikenal dengan istilah israf dan tabdzir yang keduanya dilarang karena dapat menimbulkan pemborosan serta mengganggu keseimbangan keuangan individu. Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak dalam memanfaatkan layanan pembiayaan digital agar tidak terjebak pada pola hidup konsumtif.

“Islam mendorong konsumsi yang terukur, proporsional, dan berorientasi pada kebutuhan, bukan sekadar keinginan. Dalam perspektif maqashid al-syari’ah, pengelolaan harta harus dilakukan secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan mudarat bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” tutur Amelia lebih lanjut.

Selain itu, Amelia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti sebelum menggunakan layanan paylater. Menurutnya, pengguna perlu memahami struktur biaya, kemampuan bayar, hingga legalitas platform yang digunakan agar tidak menghadapi persoalan finansial di kemudian hari.

Penguatan literasi keuangan menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan paylater. Pemahaman mengenai pengelolaan keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membelanjakan uang, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengendalikan diri dalam memenuhi kebutuhan hidup.

“Dalam perspektif Islam, kemakmuran bukan hanya soal memiliki banyak harta, tetapi bagaimana harta dikelola secara bertanggung jawab untuk kemaslahatan diri, keluarga, dan umat. Konsep falah atau kesuksesan dunia dan akhirat harus menjadi kompas dalam perilaku keuangan masyarakat,” pungkasnya. (lsi)

Sumber : Humas Umy

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru