JOGJAOKE.COM, Jogja – PT Kereta Api Indonesia (KAI) kembali mengingatkan seluruh insan perusahaan agar mengutamakan keselamatan dalam setiap tugas operasional.
Melalui pesan CEO yang dibagikan jajaran humas KAI, ditegaskan bahwa “keselamatan tidak dijaga oleh rutinitas, tetapi oleh orang-orang yang peduli.”
Dalam pesan tersebut, Direktur Keselamatan dan Keamanan KAI Bobby Rasyidin menekankan bahwa risiko operasional ke depan semakin tinggi dan tidak bisa lagi dihadapi dengan pola kerja lama.
“Keselamatan tidak cukup dijalankan sebagai rutinitas atau sekadar kewajiban, tetapi harus lahir dari kepedulian, ketelitian, dan rasa tanggung jawab setiap individu,” tulisnya.
Ia juga mengingatkan setiap detail pekerjaan harus diperhatikan lebih awal demi mencegah dampak yang lebih besar.
“Setiap detail penting, setiap potensi risiko harus dibaca lebih awal. Setiap insan KAI harus lebih proaktif, lebih peka, dan lebih memahami masalah sebelum menjadi dampak yang lebih besar,” lanjut Bobby dalam pesannya.
Menurut Bobby, industri transportasi publik memiliki risiko tinggi sehingga kelalaian kecil dapat berdampak besar terhadap keselamatan banyak orang.
“Keselamatan menuntut kepedulian, tidak cukup dengan kepatuhan,” tegasnya. Pesan itu sekaligus menjadi pengingat agar budaya keselamatan terus diperkuat di seluruh lini operasional KAI.
Di akhir pesannya, Bobby mengajak seluruh pegawai mengubah pola pikir dalam bekerja.
“Mindset harus berubah dari ‘must do’ menjadi ‘want to’, dari bekerja karena kewajiban menjadi bekerja dengan ownership,” ujarnya.
Ia pun menutup pesan tersebut dengan kalimat penyemangat, “Keselamatan adalah tanggung jawab bersama. Selamat bertugas.” (waw)






