Sultan Temui Massa di Halaman Polda DIY, Minta Demokrasi Tanpa Kekerasan

Sabtu, 30 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun langsung menemui massa aksi di halaman Mapolda DIY, Sabtu (30/8/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. (Antara)

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun langsung menemui massa aksi di halaman Mapolda DIY, Sabtu (30/8/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. (Antara)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta— Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, turun langsung menemui massa aksi di halaman Mapolda DIY, Sabtu (30/8/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Kehadiran Sultan disambut alunan gending Raja Manggala yang diputar melalui pengeras suara. Gending ini lazim dimainkan ketika Sultan “miyos” atau keluar untuk menerima tamu kerajaan.

“Saya menghargai apa yang Anda semua lakukan. Itu bagian dari keinginan kita bersama untuk tumbuhnya demokratisasi di Yogyakarta. Saya sepakat dengan itu,” ujar Sultan di hadapan massa aksi.

Sultan menekankan, demokratisasi di Yogyakarta mesti dibangun tanpa kekerasan. Ia menegaskan, daerah ini tidak memiliki tradisi penyelesaian masalah melalui cara-cara kekerasan. “Saya berharap demokratisasi dilakukan dengan baik untuk mendidik kita semua, termasuk diri saya. Yogyakarta tidak terbiasa dengan kekerasan dalam membangun demokrasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Sultan juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online, dalam insiden di Jakarta.

Sebelum menemui massa, Sultan lebih dulu bertemu Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono. Ia kemudian meminta delapan pendemo yang sempat diamankan aparat untuk dibebaskan.

“Saya sudah berbicara dengan Bapak Kapolda. Bersama saya ada delapan orang yang merupakan teman-teman Anda. Saya kembalikan mereka kepada Anda semua,” ucap Sultan yang disambut tepuk tangan massa.

Sultan berharap pembebasan tersebut membuka ruang dialog berkelanjutan antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat. Ia pun menyatakan siap menjadi penghubung aspirasi warga ke pemerintah pusat. (ihd)

Berita Terkait

Ledakan Biofilter Teras Malioboro Lukai Tiga Orang, Polisi Ungkap Penyebabnya
Proses Hukum Kasus Moge Tetap Berjalan Meski Kedua Pihak Saling Memaafkan
Mapolda DIY Kondusif Usai Aksi Ricuh, Tiga Mahasiswa Dikembalikan ke Kampus
Gerindra Apresiasi Kinerja Kejari Binjai namun Soroti Proses Hukum Kasus DIF 2023
Menuju Ketok Palu APBD 2026, DPRD Kota Jogja Sesuaikan Agenda hingga Akhir Tahun
Pakar UMY Soroti Kekeliruan Penggunaan Rehabilitasi dalam Keputusan Presiden
UMY Soroti Rekrutmen Teroris via Media Digital yang Kian Halus dan Masif
Kemenham Desak Penghentian Kekerasan di Papua, Ribuan Warga Mengungsi

Berita Terkait

Senin, 30 Maret 2026 - 21:21 WIB

Ledakan Biofilter Teras Malioboro Lukai Tiga Orang, Polisi Ungkap Penyebabnya

Jumat, 20 Maret 2026 - 18:29 WIB

Proses Hukum Kasus Moge Tetap Berjalan Meski Kedua Pihak Saling Memaafkan

Rabu, 25 Februari 2026 - 11:38 WIB

Mapolda DIY Kondusif Usai Aksi Ricuh, Tiga Mahasiswa Dikembalikan ke Kampus

Jumat, 20 Februari 2026 - 17:54 WIB

Gerindra Apresiasi Kinerja Kejari Binjai namun Soroti Proses Hukum Kasus DIF 2023

Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:27 WIB

Menuju Ketok Palu APBD 2026, DPRD Kota Jogja Sesuaikan Agenda hingga Akhir Tahun

Berita Terbaru

Jawa Tengah

Rp16,4 Miliar Raib, PT DYM Laporkan Kades Mulyodadi ke Polisi

Rabu, 1 Apr 2026 - 08:31 WIB

Bekasi

Rapat Banmus DPRD Bekasi Susun Agenda Kerja April 2026

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:07 WIB