‎SPPG se-DIY Gaspol Kolaborasi Presisi Sukseskan MBG

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Sleman – Seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan komitmen kuat menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kolaborasi presisi bersama Polda DIY, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait.

Komitmen itu ditegaskan dalam forum koordinasi lintas sektor sebagai langkah konkret mewujudkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045, Kamis (12/2).

Kepala KPPG Region DIY Harosno Budi Waluyo mengapresiasi dukungan Polda DIY dalam mengawal program strategis tersebut.

“MBG adalah hak anak Indonesia. Dengan koordinasi yang lebih presisi, kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas layanan, mulai dari rantai pasok, proses produksi, hingga distribusi makanan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/2).

Ia menegaskan, sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar program berjalan tepat sasaran dan aman.

Saat ini, tercatat 385 SPPG siap beroperasi di DIY, dengan 323 unit telah aktif melayani masyarakat. Setiap SPPG dibatasi maksimal 3.000 penerima manfaat.

“Ke depan, dengan bertambahnya jumlah SPPG, setiap unit akan melayani lebih sedikit penerima manfaat. Proses produksi dan distribusi lebih terkendali, sehingga risiko keamanan pangan bisa ditekan,” tegas Harosno.

Komitmen itu merupakan tindak lanjut dari Diskusi Panel kolaboratif antara Polda DIY, Dinas Kesehatan DIY, serta KPPG DIY dan Jateng selatan.

Kepala Dinas Kesehatan DIY dr. Gregorius Anung Trihadi, M.P.H. menekankan pentingnya pemenuhan Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“Tujuan MBG ini sangat baik, sehingga harus kita dukung bersama. Kunci utamanya adalah pemenuhan syarat higiene sanitasi agar makanan benar-benar aman bagi penerima manfaat,” jelasnya.

Ia memaparkan, pada 2025 tercatat 23 kasus kecurigaan keracunan makanan.

Namun angka itu turun drastis menjadi tiga kasus setelah banyak SPPG mengantongi SLHS.

“Tahun ini hanya tiga kasus dan semoga tidak bertambah. Ini bukti penerapan SOP dan standar higiene sanitasi berdampak nyata,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui masih ada tantangan, seperti pemahaman sistem OSS dan SLHS yang relatif baru bagi penyedia layanan.

“Kami terus lakukan pendampingan agar seluruh SPPG memenuhi standar dan program MBG benar-benar memberi manfaat optimal,” pungkasnya.

(waw)

Berita Terkait

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat
Perkuat Keamanan Wilayah, Bhabinkamtibmas Latih Satlinmas Depok Pengaturan Lalu Lintas dan PBB
Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan, BPBD Sleman Matangkan Standar Pelayanan 2026
JIKF 2026 Hadirkan Ribuan Layang-Layang, AirNav Pastikan Ruang Udara Tetap Aman
UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan
Nobar Piala Dunia di Koramil, Kodim 0707/Wonosobo Bangun Keakraban Bersama Warga
Aksi Geng Bermotor Kembali Teror Bantul, Pelajar Jadi Korban Pembacokan
UWM Perpanjang Kemitraan ICEE, Perkuat Jejaring Pendidikan Internasional Global

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:23 WIB

Hadapi Bencana Hidrometeorologi, Pemkal Condongcatur Gelar Sosialisasi Manajemen Kebencanaan Berbasis Masyarakat

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:14 WIB

Perkuat Keamanan Wilayah, Bhabinkamtibmas Latih Satlinmas Depok Pengaturan Lalu Lintas dan PBB

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:16 WIB

Libatkan Berbagai Pemangku Kepentingan, BPBD Sleman Matangkan Standar Pelayanan 2026

Senin, 13 Juli 2026 - 16:41 WIB

JIKF 2026 Hadirkan Ribuan Layang-Layang, AirNav Pastikan Ruang Udara Tetap Aman

Senin, 13 Juli 2026 - 14:31 WIB

UMY Nonaktifkan Dosen Terduga Pelecehan Seksual, Investigasi Berjalan

Berita Terbaru