Gunungkidul Darurat Miras Warga Bangkit Lawan Demi Masa Depan

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JOGJAOKE.COM, Gunungkidul – Seruan darurat menggema dari pesisir selatan. Warga Kemadang menyatakan perlawanan terbuka terhadap maraknya peredaran minuman keras dan obat terlarang.
‎
Mereka menilai, geliat pariwisata yang semestinya membawa berkah justru mulai “kebablasan” dan mengancam jati diri daerah.
‎
“Pariwisata itu berkah, tapi jangan sampai jadi pintu masuk kehancuran moral,” tegas Abdurrahman salah satu tokoh warga dalam rembuk bersama.
‎
Kenyataan di lapangan disebut kian mengkhawatirkan. Warga membeberkan sejumlah kasus yang mengguncang, mulai dari kecelakaan akibat mabuk hingga tragedi kematian bayi yang diduga terpapar zat berbahaya.
‎
“Ini bukan cerita jauh, ini sudah terjadi di sekitar kita. Nyawa melayang sia-sia,” ujarnya.
‎
Mereka juga menyoroti meningkatnya perkelahian dan pemuda yang terseret kasus hukum.
‎
“Masa depan anak-anak kita dipertaruhkan,” lanjutnya.
‎
Tak hanya itu, kawasan pesisir seperti jalur JJLS hingga perbatasan disebut rawan dijadikan titik distribusi. Dugaan lemahnya penegakan hukum pun ikut disorot.
‎
“Kami mendengar ada laporan warga yang mandek. Bahkan muncul isu adanya beking. Ini yang membuat masyarakat geram,” kata warga lainnya.
‎
Ia menegaskan, kondisi ini tak bisa lagi dibiarkan. “Kalau dibiarkan, Kemadang bisa berubah jadi sarang maksiat.”
‎
Sebagai respons, takmir masjid bersama pemuda dan elemen masyarakat mendeklarasikan gerakan perlawanan total.
‎
Mereka menyerukan penolakan tegas terhadap miras, narkoba, hingga praktik yang dianggap merusak moral.
‎
“Kami satu suara: Gunungkidul harus jadi wisata sehat tanpa miras,” tegas pernyataan deklarasi. Aksi nyata pun disiapkan, mulai dari pemasangan banner hingga pengawasan aktif oleh warga.
‎
“Kami tidak akan diam lagi,” ujar mereka.
‎Warga pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut bergerak.
‎
Mereka menekankan bahwa ini bukan sekadar persoalan hukum, tetapi “perang moral” demi masa depan generasi.
‎
“Jangan takut melapor. Ketakutan kita justru jadi kekuatan bagi para pengedar,” kata salah satu tokoh.
‎
Seruan ditutup dengan pesan kuat: “Mari rapatkan barisan. Gunungkidul harus tetap aman, sehat, dan bermartabat.”
‎
(waw)

Berita Terkait

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas
Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.
Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”
Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi
Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan
Peringati HUT ke-81 KAI, Daop 6 Yogyakarta Gelar Upacara di Campus Darman Prasetyo
Wujud Kepedulian, Joglo Resto Njeron Beteng Bantu Mahasiswa NTT Tetap Kuliah di Yogyakarta
14 Tahun The Rich Jogja Hotel, Beyond Running Jadi Ajang Perayaan dan Kebersamaan

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:05 WIB

‎Warga Perum Polda Sleman Diajak Siaga Bencana dan Kamtibmas

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Dirgahayu Kota Yogyakarta ke-270. Yogyakarta Otentik-Konkret, Maju dan Sejahtera.

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Korem 072/Pamungkas Mengucapkan Selamat Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta “Otentik, Konkret, dan Terus Bergerak untuk Jogja yang Semakin Istimewa.”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:55 WIB

Satoria Hotel Yogyakarta Genap 9 Tahun, Tumbuh Bersama Lewat Aksi

Senin, 28 September 2026 - 15:57 WIB

Peringati HUT ke-81 TNI, Danrem 072/Pamungkas Pimpin Ziarah ke Makam Pahlawan

Berita Terbaru