Jumat, 21 November 2025
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Profesor Dr Imamudin Yuliadi (Dok UMY)
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Profesor Dr Imamudin Yuliadi, menilai tren tersebut tidak bisa serta-merta dibaca sebagai kegagalan sistem pendidikan. Menurut dia, banyak lulusan muda memanfaatkan pekerjaan sebagai driver ojol sebagai tahapan sementara. “Menjadi driver ojek online lebih sebagai aktivitas antara atau batu loncatan. Mereka melakukannya sambil menunggu pekerjaan yang sesuai bidangnya,” ujarnya, Rabu (19/11).
Ia menjelaskan, pesatnya perkembangan sektor berbasis digital membuat pekerjaan seperti ojol menjadi pilihan yang paling mudah diakses. Syarat modal yang kecil dan fleksibilitas waktu menjadi daya tarik utama. “Mengapa pilihannya ojek online? Karena itu yang paling mudah dan paling murah. Bisa langsung menghasilkan pendapatan sembari menunggu pekerjaan formal,” katanya.
Profesor Imamudin menilai keberadaan sektor digital justru berfungsi sebagai “katup pengaman” bagi pasar tenaga kerja. Di tengah angka pengangguran yang masih tinggi dan perlambatan ekonomi yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK), sektor ini mampu menyerap tenaga kerja secara cepat. “Kalau tidak ada job digital seperti ojol dan layanan daring lainnya, tingkat pengangguran kita bisa jauh lebih besar,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa meningkatnya jumlah sarjana yang masuk ke sektor informal digital seharusnya menjadi alarm bagi perguruan tinggi. Kampus perlu memperkuat keselarasan kurikulum dengan kebutuhan industri yang berubah cepat. Program magang berskala nasional dinilainya strategis karena memperkenalkan mahasiswa pada ekosistem kerja yang nyata.
Untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan secara struktural, Profesor Imamudin menekankan tiga prioritas: pembangunan iklim investasi yang kondusif, perbaikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan efisien, serta penguatan UMKM dan koperasi agar mampu menciptakan lapangan kerja lebih luas. “Ekonomi kita masih bisa tumbuh lebih tinggi. Generasi muda punya peluang besar untuk memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi daerah untuk menciptakan lapangan kerja baru,” tuturnya. (ihd)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Kamis, 15 Januari 2026 - 20:28 WIB
Limbah Tempurung Kelapa UMY Tembus Pasar Global, Diminati Eropa–AsiaKamis, 15 Januari 2026 - 20:05 WIB
UMY: Keprotokolan Seni Etika dan Komunikasi Penjaga Martabat BangsaSabtu, 10 Januari 2026 - 13:51 WIB
Khutbah Jumat di UMY: Optimisme dan Spirit Kemajuan Hadapi Zaman Tak PastiSelasa, 6 Januari 2026 - 20:22 WIB
UMY Rescue Buka Layanan Kesehatan Bergerak di Aceh Tengah, Akses Terhambat BanjirSenin, 5 Januari 2026 - 18:16 WIB
UMY Buka Pendaftaran 2026/2027, Sediakan Beasiswa Hafizh hingga DokterBerita Terbaru
Banten
Kolaborasi Perindo dan PPNI, Khitanan Massal Digelar di Muara Ciujung Timur
Jumat, 16 Jan 2026 - 14:26 WIB
Jawa Barat
Kepala Desa Tajursindang Bantah Tudingan Penyelewengan Dana Desa
Jumat, 16 Jan 2026 - 13:03 WIB
Pemda DIY
Eko Suwanto Usul Anggaran Stunting di Jogja Naik, Tiap Kalurahan Rp120 Juta
Jumat, 16 Jan 2026 - 10:37 WIB
Jakarta
Dalam Simposium SMSI, Prof. Albertus Tekankan Reformasi Sistem Pilkada Nasional
Jumat, 16 Jan 2026 - 09:53 WIB
Banten
Pemkab Pandeglang Gelar Peringatan Isra Mikraj, Wagub Banten Soroti Kewajiban Salat
Kamis, 15 Jan 2026 - 21:49 WIB
