Penguatan Disiplin ASN, Tri Adhianto Tekankan Integritas dan Responsibilitas

Rabu, 29 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bekasi foto bersama seluruh peserta sosialisasi penguatan disiplin ASN di Aula Nonon Sonthanie BKPSDM Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi foto bersama seluruh peserta sosialisasi penguatan disiplin ASN di Aula Nonon Sonthanie BKPSDM Kota Bekasi

JOGJAOKE.COM, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat budaya disiplin aparatur sipil negara (ASN) melalui pengembangan dan implementasi Sistem Informasi BEETRI. Sosialisasi dan penguatan disiplin tersebut digelar di Aula Nonon Sonthanie BKPSDM Kota Bekasi dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto.

Dalam arahannya, Tri Adhianto menegaskan bahwa tujuan utama penerapan sistem ini bukan sekadar mengawasi kehadiran pegawai, melainkan membangun kesadaran disiplin yang lahir dari tanggung jawab setiap aparatur. Menurutnya, disiplin merupakan fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional serta tertib administrasi manajemen ASN.

“Disiplin tidak cukup hanya diukur dari absensi. Absensi hanyalah sebuah sistem. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana disiplin itu tertanam dalam diri setiap ASN sebagai bentuk tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan,” ujar Tri.

Ia mengingatkan bahwa mengikuti apel merupakan kewajiban dasar seluruh aparatur Pemerintah Kota Bekasi. Kehadiran dalam apel menjadi bagian dari komitmen sebagai ASN sebelum berbicara mengenai evaluasi kinerja, target kerja, maupun hasil pekerjaan yang telah dicapai.

“Apel adalah kewajiban dasar ASN. Jangan sampai kita berbicara mengenai output pekerjaan, sementara kewajiban paling mendasar saja masih diabaikan,” tegasnya.

Tri juga tegaskan masih adanya pelanggaran disiplin, khususnya pada pegawai PPPK. Ia menjelaskan bahwa ketentuan disiplin telah diatur secara jelas, mulai dari sanksi ringan hingga pemberhentian apabila pelanggaran dilakukan secara berulang.

“Kalau PPPK tidak masuk kerja lebih dari ketentuan yang ditetapkan, ada mekanisme sanksinya. Tiga hari bisa dikenakan disiplin ringan, sepuluh hari berturut-turut sudah dapat menjadi dasar pemberhentian sesuai aturan yang berlaku. Artinya, regulasinya sudah jelas, tinggal bagaimana kita menjalankannya secara konsisten,” jelasnya.

Selain itu, Tri menilai pengawasan dari para pejabat struktural harus diperkuat. Menurutnya, seorang pejabat bukan hanya bertanggung jawab terhadap pekerjaannya sendiri, tetapi juga memiliki kewajiban melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh staf di bawah kepemimpinannya.

“Saudara-saudara sudah disumpah ketika menjadi pejabat. Amanah itu bukan hanya menjalankan pekerjaan, tetapi juga memastikan seluruh staf bekerja sesuai aturan. Jangan sampai tidak ada pengawasan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa setiap ASN, termasuk PPPK, telah memiliki tugas pokok dan fungsi (tupoksi) yang melekat pada jabatannya berdasarkan analisis jabatan. Karena itu, tidak ada alasan bagi pegawai untuk mengabaikan tanggung jawab yang telah diberikan.

“Semua sudah memiliki analisis jabatan yang melekat. Tidak ada pegawai yang tidak memiliki pekerjaan. Untuk PPPK, yang dilakukan adalah evaluasi terhadap pelaksanaan tugasnya, karena tanggung jawabnya sudah jelas melekat pada jabatan masing-masing,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Tri mengajak seluruh ASN membangun budaya disiplin yang berlandaskan kejujuran dan integritas. Ia mengingatkan agar tidak ada lagi praktik manipulasi kehadiran maupun upaya menutupi pelanggaran disiplin.

“Disiplin jangan dimanipulasi, jangan ditutupi. Yang kita bangun adalah kesadaran. Ketika kesadaran itu tumbuh, maka disiplin akan menjadi budaya kerja yang menguatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(LSI)

 

Sumber : diskominfostandi

Berita Terkait

Menuju Kota Sehat Swasti Saba, Wiwiek Hargono Pacu Kesiapan Tatanan Lingkungan dan Layanan Puskesmas Flamboyan
Bentuk Generasi Qur’ani Sejak Dini, Pemkot Bekasi Gelar Pelatihan Metode Yassir untuk Guru PAUD
Gali Potensi Kerajinan Setiap Wilayah, Wiwiek Hargono Dorong Dekranasda Kecamatan Jadi Motor UMKM Lokal
Tingkatkan Kualitas Branding Porprov XV Jabar 2026, Panitia Sambut Masukan DKV dari Komunitas Kreatif
Geliatkan Olahraga Dirgantara, Wakil Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Atlet Paramotor di Porprov XV Jabar
Lantik 67 Pejabat Pemkot Bekasi, Wali Kota Bekasi Dorong Birokrasi Lebih Adaptif dan Kolaboratif
Cetak Generasi Unggul, Wawali Harris Bobihoe Ajak Kolaborasi Tebarkan Pemenuhan Gizi Seimbang
Jelang Pembukaan Porprov Jabar XV, Warga Bojong Menteng Gelar Lomba Lukis Mural Bertema WALKER

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:15 WIB

Menuju Kota Sehat Swasti Saba, Wiwiek Hargono Pacu Kesiapan Tatanan Lingkungan dan Layanan Puskesmas Flamboyan

Rabu, 4 November 2026 - 01:10 WIB

Bentuk Generasi Qur’ani Sejak Dini, Pemkot Bekasi Gelar Pelatihan Metode Yassir untuk Guru PAUD

Rabu, 4 November 2026 - 01:04 WIB

Gali Potensi Kerajinan Setiap Wilayah, Wiwiek Hargono Dorong Dekranasda Kecamatan Jadi Motor UMKM Lokal

Selasa, 3 November 2026 - 15:51 WIB

Tingkatkan Kualitas Branding Porprov XV Jabar 2026, Panitia Sambut Masukan DKV dari Komunitas Kreatif

Senin, 2 November 2026 - 18:17 WIB

Geliatkan Olahraga Dirgantara, Wakil Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Atlet Paramotor di Porprov XV Jabar

Berita Terbaru

Yogyakarta

Foto Wapres Dilecehkan! DPRD Bilang Ini Bukan Salah Kami

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:15 WIB