Pemkot Jogja Kejar Waktu Atasi Sampah: Pengabdian Kampus Jadi Penggerak Utama

Minggu, 16 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Rektor ITNY, Setyo Pambudi, usai seminar nasional di kampus ITNY. (Joke)

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo bersama Rektor ITNY, Setyo Pambudi, usai seminar nasional di kampus ITNY. (Joke)

JOGJAOKE.COM, Depok — Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan, riset dan pengabdian masyarakat perguruan tinggi harus menjadi penggerak utama dalam penyelesaian persoalan sampah yang kian mendesak.

Pesan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara kunci pada Seminar Nasional ReTII ke-20 Tahun 2025 di Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY), Sabtu (15/11/2025).

Hasto memaparkan,bPemkot Yogyakarta telah menyusun roadmap program one village one sister university. Melalui skema ini, 169 kampung di kota tersebut bermitra dengan perguruan tinggi untuk pendampingan dan penguatan inovasi secara terintegrasi.

“Kami integrasikan tema pendampingan antarprogram. Riset dan inovasi penting untuk menyelesaikan masalah. Tema utama adalah kebersihan lingkungan soal sampah, kemudian pendidikan, serta ekonomi sesuai potensi masing-masing kampung,” ucapnya.

Ia menjelaskan, Pemkot tengah melakukan rekonstruksi sosial penanganan sampah melalui gerakan Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas JOS). Gerakan ini menjadi upaya mengubah perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah dari hulu.

Saat ini, dari total 300 ton sampah harian, Kota Yogyakarta baru mampu mengolah sekitar 190 ton. Sisanya dikirim ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan. Namun, mulai Januari mendatang, TPST tersebut tidak lagi dapat menampung kiriman sampah dari kota.

“Waktu kami tinggal satu setengah bulan. Sampah hari ini harus selesai hari ini. Perubahan perilaku warga kuncinya,” ujarnya.

Hasto juga mengajak perguruan tinggi memperkuat riset dan pengembangan teknologi tepat guna untuk mendukung terwujudnya kota yang bersih dan berkelanjutan.

“Yang tidak kalah penting, pengabdian masyarakat harus betul-betul memberi dampak nyata. Inilah semangat Tri Dharma yang kami harapkan hadir di tengah persoalan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor ITNY, Setyo Pambudi, menegaskan bahwa tema Peran Strategis Riset dan Abdimas dalam Mendorong Kampus Berdampak menjadi pengingat bahwa kontribusi perguruan tinggi tidak hanya berhenti pada produksi ilmu pengetahuan.

“Perguruan tinggi harus memberi dampak nyata dan signifikan bagi masyarakat dan lingkungan,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

Langkat Gelar Sugiat Santoso Cup, Dorong Semangat Sportivitas Sambut HUT RI
‎FJI Desak Aparat Usut Dugaan Tukar Hafalan Dengan Miras
AMPHIBI Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Sosialisasi dan Aksi Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur
Yusharto Huntoyungo: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah di Bantul
48 Pelajar Wonosobo Digembleng Jadi Paskibra Tangguh Berkarakter Nasionalis
Polemik Konferensi Sungai Trawas, Kritik Mengarah pada Kepatutan dan Tata Kelola Prosedur
Motor Tabrak Mobil Box, Dua Kendaraan Terbakar Hebat di Magelang
BRI: Kemudahan Finansial untuk Semua Kalangan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:06 WIB

Langkat Gelar Sugiat Santoso Cup, Dorong Semangat Sportivitas Sambut HUT RI

Kamis, 13 Agustus 2026 - 09:12 WIB

‎FJI Desak Aparat Usut Dugaan Tukar Hafalan Dengan Miras

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:04 WIB

AMPHIBI Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini Lewat Sosialisasi dan Aksi Penghijauan di SDN 013829 Ledong Timur

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:24 WIB

Yusharto Huntoyungo: Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Inovasi Daerah di Bantul

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:08 WIB

48 Pelajar Wonosobo Digembleng Jadi Paskibra Tangguh Berkarakter Nasionalis

Berita Terbaru