Viral di Media Sosial, Bayi MBG Subianto Banjir Simpati Warganet

Selasa, 14 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, Wonosobo – Pasangan suami istri asal Dusun Prigi, Desa Jolontoro, Sapuran, Wonosobo, memberi nama putra ketiganya Muhammad MBG Subianto yang viral.

Nama tersebut langsung mencuri perhatian masyarakat karena terdengar sangat unik sekaligus mengingatkan publik pada Program Makan Bergizi Gratis pemerintah nasional.

‎Sang ibu, Yuharni, mengungkapkan nama itu bukan sekadar unik, melainkan penuh rasa syukur atas perubahan hidup keluarganya setelah bekerja di SPPG.

“Program itu membantu ekonomi keluarga kami,” ujar Yuharni, seraya menyebut pekerjaannya kini lebih dekat rumah dibanding pekerjaan sebelumnya di pabrik kayu.

Yuharni menjelaskan dirinya bertugas membersihkan ompreng atau wadah makanan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi setiap hari dengan penuh semangat bekerja.

“Alhamdulillah, saya memperoleh pekerjaan yang lebih baik,” katanya, mengaku kesempatan tersebut sangat berarti bagi kehidupan keluarga kecil mereka hingga sekarang.

Nama belakang Subianto dipilih sebagai bentuk penghormatan sekaligus ucapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas hadirnya program yang dirasakan bermanfaat tersebut.

“Semoga menjadi doa dan pengingat kebaikan,” ujar Yuharni mengenai alasan memilih nama belakang putra ketiganya yang kini ramai diperbincangkan masyarakat luas.

Kisah kehamilan Yuharni juga tidak kalah mengejutkan karena dirinya baru mengetahui sedang mengandung ketika usia kandungan telah memasuki tujuh bulan penuh.

“Saya tidak merasakan mual ataupun ngidam,” katanya, seraya mengaku tetap menjalankan aktivitas bekerja seperti biasa hingga mendekati proses persalinan berlangsung.

Bayi laki-laki itu lahir sehat dengan berat badan mencapai 3,36 kilogram dan kini tengah dipersiapkan mengikuti rangkaian acara aqiqah bersama keluarga besarnya.

Nama MBG pun menjadi bahan candaan hangat di lingkungan tempat tinggal keluarga kecil tersebut sejak kabar kelahirannya mulai menyebar luas kepada warga.

“MBG mana, MBG mana?” teriak anak-anak sepulang mengaji setiap kali melewati rumah Yuharni sambil mencari bayi yang sedang viral tersebut bersama.

Rekan-rekan kerja Yuharni di SPPG juga ikut bergurau dengan mengusulkan nama panggilan “Ompreng”, namun akhirnya keluarga memilih memanggilnya MBG saja sejak lahir.

“Yang penting anak kami sehat dan membawa kebaikan,” ungkap Yuharni menanggapi berbagai komentar masyarakat maupun warganet mengenai nama putranya tersebut dengan santai.

Kisah Muhammad MBG Subianto memperlihatkan bagaimana sebuah nama dapat menjadi simbol rasa syukur, harapan, sekaligus cerita perjuangan sebuah keluarga sederhana di Wonosobo.

Banyak warganet mendoakan agar bayi tersebut tumbuh sehat, cerdas, berakhlak baik, serta kelak mampu membanggakan keluarga dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. (ADY)

Berita Terkait

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan
OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta
Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat
Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan
Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit
GPM Tegaskan Independensi, Marhaenisme Tetap Jadi Garis Perjuangan Organisasi
Ekonomi Digital Makin Beragam, Pemkot Yogyakarta Masukkan Kreator Konten dalam Pendataan UMKM
Pameran Batik Kontemporer Prawirotaman Angkat Karya dan Kreativitas Pembatik Muda

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:19 WIB

‎GPM Yogyakarta Tegaskan Marhaenisme Bukan Kendaraan Politik Pribadi Kekuasaan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:15 WIB

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:28 WIB

Rayakan HUT RI ke-81, KAWAL Indonesia Bergerak Bersihkan Lingkungan Bersama Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:54 WIB

Desil DTSEN Bisa Berubah, Pakar UMY: Jangan Dianggap Label Mutlak Kesejahteraan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:47 WIB

Pasien BPJS Tunggu 8 Jam di IGD RSCM, Dosen UMY Soroti Patient Flow Rumah Sakit

Berita Terbaru

Yogyakarta

OTT Rektor Unsoed Jadi Alarm Keras Kampus Negeri Yogyakarta

Sabtu, 22 Agu 2026 - 13:15 WIB