JOGJAOKE.COM, Gunung Kidul — Sunarso alias Kelik terpilih sebagai Lurah Jetis, Saptosari, Gunungkidul, setelah meraih 1.778 suara dalam pemilihan pada Sabtu (26/9/2026) di Kalurahan Jetis.
Ia mengungguli petahana Agus Susanto, SKM, yang memperoleh 1.311 suara, sehingga selisih kemenangan mencapai 467 suara berdasarkan rekapitulasi hasil pemilihan secara resmi oleh panitia pemilihan setempat.
Pemilihan tersebut diikuti dua calon, yakni Sunarso nomor urut satu dan Agus Susanto nomor urut dua, sesuai penetapan panitia pemilihan pada Sabtu Legi tersebut.
Panitia sebelumnya menetapkan kedua calon melalui tahapan resmi, kemudian mereka menandatangani deklarasi damai untuk menjaga pemilihan tetap jujur, tertib, aman, demokratis serta menghormati hasil di hadapan panitia dan para calon.
Hasil pemilihan menunjukkan Sunarso memperoleh 57,5 persen suara sah, sedangkan Agus Susanto mendapatkan sekitar 42,5 persen dari total suara sah tercatat yang tercatat dalam rekapitulasi panitia.
Dari 4.232 warga yang tercatat dalam daftar pemilih tetap, sebanyak 3.165 pemilih menggunakan hak suara mereka pada hari pemungutan secara langsung pada pemungutan suara tahun 2026.
Rekapitulasi mencatat satu surat suara rusak atau keliru dicoblos, sementara 76 suara dinyatakan tidak sah dalam keseluruhan proses penghitungan dari seluruh suara yang masuk secara keseluruhan dalam pemilihan ini.
Sunarso meraih suara terbanyak di lima padukuhan, yakni Jetis, Temanggung, Cekel, Dondong, dan Mojosari, berdasarkan rincian hasil rekapitulasi pemilihan pada pemilihan lurah tahun 2026 berdasarkan rekapitulasi resmi panitia.
Di Padukuhan Jetis, Sunarso mengumpulkan 335 suara, sedangkan Agus Susanto meraih 163 suara dalam pemungutan suara tingkat padukuhan tersebut dalam pemilihan lurah tahun ini berdasarkan rekapitulasi resmi panitia.
Di Temanggung, Sunarso kembali unggul dengan 346 suara, sementara Agus Susanto memperoleh 221 suara berdasarkan hasil penghitungan yang telah direkapitulasi panitia pada pemilihan lurah tahun 2026 berdasarkan rekapitulasi hasil resmi.
Persaingan paling ketat terjadi di Padukuhan Cekel, ketika Sunarso memperoleh 313 suara dan Agus Susanto mendapatkan 309 suara dalam pemilihan tersebut berdasarkan rekapitulasi hasil resmi.
Keunggulan Sunarso berlanjut di Dondong, dengan 344 suara, sementara Agus Susanto mengumpulkan 282 suara dari pemilih di padukuhan tersebut di Kalurahan Jetis tahun ini menurut hasil penghitungan panitia.
Di Mojosari, Sunarso memperoleh 239 suara, sedangkan Agus Susanto meraih 98 suara, menjadi salah satu selisih terbesar antar calon di wilayah Jetis pada pemilihan lurah tahun ini.
Sementara itu, Agus Susanto unggul hanya di Padukuhan Karang, dengan perolehan 238 suara berbanding 201 suara milik Sunarso dalam pemungutan suara berdasarkan rekapitulasi suara resmi.
Ketua panitia menyampaikan seluruh tahapan pemilihan berjalan sesuai ketentuan, kemudian hasil rekapitulasi diserahkan kepada pemerintah kapanewon untuk proses berikutnya ditetapkan sebelum hasil diserahkan kepada pemerintah kapanewon.
Kontestasi dua calon tersebut juga berlangsung relatif sederhana. Laporan panitia menyebut proses berjalan tertib, transparan, kondusif, tanpa pembagian uang maupun barang kepada pemilih selama proses pemungutan suara berlangsung.
Artinya, tidak terdapat laporan pembagian uang atau barang kepada pemilih selama proses pemilihan berlangsung, berdasarkan keterangan yang dipublikasikan setelah pemungutan setelah seluruh suara selesai dihitung.
Kemenangan ini sekaligus mengembalikan Sunarso ke posisi Lurah Jetis, setelah sebelumnya pernah memimpin kalurahan tersebut sebelum mengikuti kontestasi tahun ini kembali sebagai hasil resmi pemilihan lurah.
Namun, kemenangan dalam bilik suara menjadi awal tanggung jawab baru. Sunarso kini menghadapi tuntutan menerjemahkan mandat warga melalui pemerintahan dan pelayanan untuk seluruh demi kepentingan seluruh masyarakat Jetis.
Sebanyak 1.778 suara menjadi dasar mandat tersebut, sementara 1.311 suara Agus Susanto menunjukkan pilihan warga yang perlu tetap dihormati bersama dalam proses pemerintahan mendatang untuk menjalankan pemerintahan secara terbuka.
Setelah kompetisi berakhir, kedua pendukung diharapkan kembali menjaga kerukunan masyarakat dan memberikan ruang bagi pemerintahan baru bekerja melayani seluruh warga setelah pemilihan selesai hingga seluruh tahapan administrasi selesai.
Jetis telah menentukan pilihan melalui pemungutan suara. Selanjutnya, perhatian masyarakat akan tertuju pada kerja Sunarso dalam menjalankan pemerintahan dan memenuhi harapan warga sesuai mandat warga yang diberikan.(waw)






