Pembangunan BDI di Lampung Didorong untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

Kamis, 23 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOGJAOKE.COM, JAKARTA —– Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengikuti rapat koordinasi dengan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza membahas percepatan pembangunan Balai Diklat Industri (BDI) di Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Wakil Menteri Perindustrian RI, Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Pembangunan BDI merupakan upaya strategis memperkuat daya saing industri melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang terstruktur dan tersertifikasi.

Wagub Jihan menjelaskan bahwa usulan pembangunan BDI merupakan tindak lanjut dari serangkaian konsultasi sebelumnya dengan jajaran Kemenperin.

Pemerintah Provinsi Lampung juga telah mengajukan proposal resmi yang telah mendapatkan dukungan penuh dari Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.

“Kami hadir untuk menyinergikan kebutuhan penguatan daya saing industri di Lampung, khususnya melalui pembangunan SDM industri yang terstruktur dan tersertifikasi. Proposal sudah kami siapkan dan telah mendapat arahan serta dukungan dari Pak Gubernur,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapan, Pemprov Lampung telah menyiapkan lahan seluas sekitar 7 hektare di kawasan Kota Baru, yang masuk dalam wilayah pengembangan pemerintahan dan industri.

Kawasan tersebut dinilai strategis karena telah memiliki embrio ekosistem pendidikan, dengan keberadaan perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Wagub Jihan berpendapat bahwa lokasi tersebut juga berdekatan dengan kawasan industri yang sudah eksis, sehingga dinilai ideal untuk pengembangan pendidikan dan pelatihan industri berbasis kebutuhan dunia kerja.

“Demand terhadap SDM industri di Lampung semakin tinggi. Saat ini kami memiliki SDM, namun belum seluruhnya tersertifikasi secara legal. Oleh karena itu, kehadiran BDI menjadi sangat penting,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan bahwa kebutuhan terhadap SDM industri yang kompeten dan tersertifikasi memang terus meningkat seiring pertumbuhan sektor industri di berbagai daerah.

Ia menilai Lampung memiliki potensi besar untuk pengembangan industri, mengingat letak geografisnya yang strategis dan dekat dengan Jakarta.

Selain itu, basis industri Lampung yang didominasi agroindustri juga dinilai memiliki peluang untuk terus berkembang.

“Lampung ini salah satu daerah yang pertumbuhan industrinya bisa diprediksi akan sangat cepat. Kebutuhan SDM industri yang skillful dan tersertifikasi juga semakin mendesak,” ujarnya.

Meski demikian, Faisol mengakui bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam merealisasikan pembangunan BDI di berbagai daerah, termasuk Lampung.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah mencari skema alternatif melalui model pengelolaan keuangan negara yang lebih optimal.

“Kita memang menghadapi keterbatasan anggaran, tetapi bukan berarti tidak ada solusi. Kami sedang mengupayakan model pembiayaan dan pengelolaan yang lebih adaptif agar kebutuhan ini tetap bisa dipenuhi,” jelasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan industri berbasis SDM.

Pemprov Lampung berharap pembangunan BDI dapat segera direalisasikan guna menjawab kebutuhan industri sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.(LSI)

Sumber : Adpim

Berita Terkait

Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara
Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga
Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan
Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik
​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah
Memasuki Pekan Ketiga Gerakan Langit Biru, AHY Dorong Komitmen Kader Demokrat Jaga Kelestarian Lingkungan
Kasus Perdagangan Anak: Faisal Haris Nasution Laporkan Pelaku ke Polda Metro Jaya
KP-MBG Laporkan Dugaan Maladministrasi Penanganan Kasus Kecelakaan Kerja Head of Chef MBG ke Ombudsman RI

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:29 WIB

Sidang Praperadilan Refill Gas Portable Digelar, Pemohon Bacakan Permohonan di PN Jakarta Utara

Minggu, 26 Juli 2026 - 11:24 WIB

Menteri Ekraf Dukung Garuda Finishers Perkuat Ekonomi Kreatif dan Industri Olahraga

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:46 WIB

Perbedaan Proses Penahanan Mantan Jampidsus Disorot, Praktisi Pertanyakan Konsistensi SOP Kejaksaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:50 WIB

Polisi Masa Depan yang Dipercaya Publik

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:00 WIB

​PFII Solusi Krisis Fiskal Daerah: Dr. Agus Syabarrudin Ajak SMSI dan BPD Kawal Transformasi Pembiayaan Daerah

Berita Terbaru